Pemantauan Arus Mudik Menggunakan Drone Lebih Cepat dan Efisien

Remote Pilot/TVRI/FASI

ANGKASAREVIEW.COM – Ada yang berbeda pada pelaksanaan pemantauan arus mudik Lebaran kali ini. Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) bekerja sama dengan komunitas Remote Pilot dan media massa melakukan pemantauan sekaligus laporan kondisi jalanan terkini via udara menggunakan drone.

Dengan menggunakan drone, para Remote Pilot (sebutan untuk pilot drone) memantau kondisi di berbagai lokasi jalan raya yang telah disediakan pemerintah sebagai jalur arus mudik tahun ini. Mereka bertugas di sejumlah titik melalui koordinasi terlebih dahulu dengan instansi terkait seperti Kepolisian dan Kementerian Perhubungan.

Beruntung memang, perkembangan teknologi yang begitu cepat telah membawa kita pada banyak pilihan. Termasuk alat pantau dari udara seperti drone. Penggunaan drone atau Pesawat Tanpa Awak (PTA) yang dilengkapi kamera dan video, selain lebih cepat, lebih murah, juga memungkinkan pemantauan arus mudik/arus balik bisa dilakukan dalam skala lebih luas dan lebih efisien.

Remote Pilot/Metrotv/FASI

Dengan menggunakan drone, laporan bisa dilaksanakan dari berbagai tempat dengan jumlah spot yang lebih banyak. Hasil-hasil pemantauan dengan segera ditayangkan melalui televisi maupun jejaring media sosial agar segera bisa didapatkan masyarakat pengguna jalan raya yang hendak atau sedang melakukan kegiatan mudik.

Sekretaris Dinas Potensi Dirgantara (Sesdispotdirga) TNI Angkatan Udara yang juga Wakil Sekjen II FASI Kolonel Pnb Agung “Sharky” Sasongkojati membenarkan bahwa FASI bekerja sama dengan Remote Pilot dan juga media massa seperti televisi ikut melaksanakan pemantauan dan laporan arus mudik via udara.

Remote Pilot/Drone Racing/FASI

“Remote Pilot FASI bersama Dinas Potensi Dirgantara TNI AU mendukung media massa nasional dan instansi terkait meliput arus mudik 2018 sepanjang Tol Trans Jawa dan jalur mudik lainnya,” kata Agung Sasongkojati kepada Angkasa Review.

Tidak asal melaksanakan penerbangan, lanjut penerbang F-16 tersebut, semua penerbangan PTA FASI dilindungi NOTAM (Notice to Airmen) hasil koordinasi Pangkalan TNI AU (Lanud) dengan AirNav Indonesia menyangkut titik lokasi, waktu penerbangan, ketinggian penerbangan, dan radius penerbangan. Sehingga semua terkoordinasi.

“Penerapan NOTAM demi menjamin keselamatan terbang dan keamanan ruang udara di atas jalur mudik nasional,” papar Sharky.

(RON)

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!