Kejuaraan Dunia Paralayang Juli 2018, Ujian Terakhir Atlet Indonesia Pra Asian Games

Roni Sontani

ANGKASAREVIEW.COM – Kejuaraan Dunia Ketepatan Mendarat Paralayang (Para Gliding Accuracy World Cup – PGAWC) 2018 di Gunung Banyak, Batu, Malang Jawa Timur pada 13-15 Juli 2018 akan menjadi ujian terakhir bagi para atlet paralayang Indonesia sebelum tampil dalam Asian Games 2018 pada Agustus mendatang.

Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Paralayang diselenggarakan PB FASI di kawasan Puncak, Bogor diikuti oleh 18 atlet. Pada Pelatnas kali ini PB FASI menghadirkan pelatih yang mantan Juara Dunia Lintas Alam Paralayang tahun 2007 asal Inggris, Bruce Goldsmith.

Penentuan 12 nama atlet (5 putri dan 7 putra) yang akan bertanding pada kejuaraan Asian Games dari 18 atlet pelatnas saat ini (8 putri dan 10 putra) akan ditentukan pada 30 Juni mendatang. Setelah itu, para atlet yang akan bertanding di Asian Games akan bertanding terlebih dahulu dalam PGAWC 2018.

Diperkirakan, para atlet paralayang dari negara lain yang juga akan bertanding di Asian Games 2018 akan turut bertanding dalam PGAWC 2018.

Pada Seri PGAWC 2017, Indonesia memborong gelar juara dunia di ketiga kelas yang dilombakan, yaitu kategori Umum, Putri, dan Beregu.

Pada kejuaraan tersebut, Rika Wijayanti asal Batu, Malang berhasil mengembalikan pamor atlet putri Merah Putih yang sempat sangat disegani. Ia meneruskan jejak “trio srikandi” Ifa Kurniawati, Milawati Sirin, dan Lis Andriana yang berturut-turut menjadi juara dunia pada 2010-2014. Lis, asal Kutai, Kalimantan Timur bahkan mencetak hat-trick dengan menjadi juara dunia pada 2012-2014.

Meski demikian, pelatih Bruce Goldsmith mengingatkan agar para atlet Pelatnas Paralayang tak boleh jemawa, puas, dan sombong dengan pencapain tahun silam. Perlu diingat bahwa pada tahun itu Thailand yang menjadi pesaing kuat di nomor Ketepatan Mendarat/KTM tidak mengikuti seri PGAWC 2017.

Pada Kejuaraan Dunia Ketepatan Mendarat Antar Negara (WPAC) 2015 di Puncak, Bogor, Thailand memborong dua emas. Yaitu di Kelas Beregu dan Kelas Putri atas nama atlet Nunnapat “Bebbie” Phuchong.

Dede Supratman berhasil menyelamatkan wajah tuan rumah dengan merebut juara Kelas Umum. Sedangkan di Kelas Beregu, Indonesia hanya puas dengan medali  perunggu. Dicurigai, ketidakikutsertaan Thailand dalam PGAWC 2017 dengan maksud agar kekuatan Negeri Gajah Putih tidak diketahui lawan-lawannya.

Namun, hal itu dibantah keras oleh Bebbie yang dengan gamblang dan tertawa mengatakan bahwa ketidakikutsertaan tim Thailand dalam PGAWC 2017 semata karena “tidak ada biaya”. Keikutsertaan atlet dalam seri kejuaraan PGAWC memang umumnya menggunakan dana pribadi atau bantuan sponsor.

Humas PB FASI Tagor Siagian menjelaskan, seri PGAWC memakai format seperti balapan Formula 1. Kejuaraan ini diselenggarakan berpindah dari satu negara ke negara lain. Tahun 2018 ini terdapat enam seri kejuaraan hingga pertengahan Desember nanti. Kejuaraan dilaksanakan di Turki, Kazakhstan, Indonesia, Kanada, Nepal, dan Albania.

Tagor Siagian/PB FASI

Hingga penyelenggaraan Seri II, pencapaian tertinggi atlet Pelatnas Tim Paralayang Indonesia diraih oleh Ike Ayu Wulandari di peringkat pertama Kelas Putri, disusul Eka Nesti Wulansari sebagai juara kedua.

Sedangkan di Kelas Umum (gabungan nilai seluruh atlet putri dan putra), Jafro Megawanto masih berjaya di peringkat ketiga.

Kejuaraan cabang Paralayang Asian Games 2018 akan dilaksanakan pada 18-31 Agustus di Gunung Mas, Puncak, Jawa Barat. Kejuraan diikuti sekira 120 atlet dari 16 negara. Mereka akan memperebutkan enam medali emas dari nomor-nomor Ketepatan Mendarat/KTM Perorangan Putri dan Putra, KTM Beregu Putri dan Putra serta XC (Lintas Alam) Beregu Putri dan Putra.

Pesaing tuan rumah Indonesia dalam nomor Lintas Alam adalah Jepang dan Korea Selatan. Sedangkan di nomor KTM adalah Thailand dan Korea Selatan.

DAFTAR ATLET PELATNAS PARALAYANG INDONESIA UNTUK ASIAN GAMES 2018

Putri:

  1. Eka Nesti Wulansari (24) – Jawa Tengah
  2. Ike Ayu Wulandari (22) – Jawa Timur
  3. Rika Wijayanti (23) – Jawa Timur
  4. Lis Andriana (34) – Kalimantan Timur
  5. Milawati Sirin (47) – Jawa Barat
  6. Nofrica Yanti (33) – Sumatera Barat
  7. Rina Kusumaningrum (30) – Sumatera Barat
  8. Tini Pertiwi (23) – Jawa Tengah

Putra:

  1. Aris Afriansyah (23) – Banten
  2. Hening Paradigma (31) – Jawa Tengah
  3. Elisa Manueke (56) – Jawa Tengah
  4. Ardi Kurniawan (28) – Jawa Timur
  5. Thomas Widyananto (40) – Jawa Tengah
  6. Roni Pratama (21) – Jawa Timur
  7. Joni Efendi (27) – Jawa Timur
  8. Jafro Megawanto (21) – Jawa Timur
  9. Reza Christiyanto, S.Pi (33) – Jawa Timur
  10. Indra Lesmana (22) – DKI Jaya

(RON)

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!