Butuh 8.000 Rudal Antitank, AD India Sarankan Pemerintah Beli Spike dari Israel

US Army

ANGKASAREVIEW.COM – Angkatan Darat India saat ini membutuhkan sedikitnya 8.000 unit rudal antitank dalam upaya mengantisipasi kekuatan negeri tetangga, Pakistan. Sedianya, rudal jenis itu akan dipasok oleh industri dalam negeri India sebagaimana permintaan New Delhi.

Akan tetapi, hingga tahun ini faktanya AD India masih harus bersabar menunggu rudal buatan dalam negeri karena unitnya belum ada.

Menyadari kondisi yang terjadi terkait pengembangan rudal dalam negeri, AD India pun memberikan rekomendasi kepada Kementerian Pertahanan India untuk membeli rudal Spike dari Israel.

Harian Times of India (TOI) yang mengutip sumber terpercaya menulis, rudal Spike yang diminta oleh AD India akan digunakan sebagai “stop gap” sambil menunggu rudal buatan dalam negeri yang dikembangkan Defence Research and Development Organisation (DRDO) selesai diproduksi.

Untuk diketahui, proposal rencana pembelian rudal antitank Spike buatan Rafael Advanced Defence Systems Ltd dari Israel sebenarnya telah diajukan oleh AD India kepada Kementerian Pertahanan tahun 2014 dan telah mendapat persetujuan.

Kementerian Pertahanan India menyatakan, akan membeli paket 8.356 unit rudal Spike, 321 unit peluncur, dan 15 unit simulator rudal tersebut berikut perlengkapan lainnya. Nilai anggaran yang disepakati mencapai satu miliar dolar AS.

Akan tetapi, rencana tersebut kemudian dibatalkan pada 20 November 2017 karena tidak tercapainya kesepakatan transfer teknologi. Rudal Spike sendiri dalam tender saat itu mengalahkan rudal sejenis dari Amerika Serikat, yakni FGM-148 Javelin.

Berita Terkait: Sanjung Amerika, Ukraina Bangga Gunakan Rudal Antitank Javelin Buatan Paman Sam

Batal membeli Spike, Pemerintah India pun kemudian meminta DRDO untuk membuat rudal dalam negeri dan memasoknya bagi kebutuhan AD India.

Kunjungan Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu ke India belum lama berselang, turut memicu dibukanya kembali kemungkinan pembelian rudal Spike oleh India. Netanyahu berbicara langsung dengan Perdana Menteri India Narendra Modi mengenai hal itu. Netanyahu belakangan mengatakan kepada wartawan bahwa rencana pembelian rudal Spike akan dilanjutkan oleh India.

Pemerintah India sendiri tidak terlalu menanggapi, karena memandang rencana pembelian rudal tersebut  bukan untuk konsumsi publik.

Terhadap permintaan pemerintah, DRDO berjanji akan mengirimkan prototipe rudal buatan dalam negeri kepada AD India pada akhir tahun ini untuk kemudian dilakukan uji coba. Apabila hasilnya nanti memuaskan, maka rudal antitank tersebut sudah bisa diproduksi mulai tahun 2021.

Natan Flayer

Tidak mau berspekulasi menunggu waktu terlalu lama, AD India tetap menyampaikan rekomendasi agar pemerintah membeli rudal Spike tahun ini.

Spike merupakan rudal antitank jenis panggul atau berpenyangga kaki tiga. Rudal ini ditembakkan dengan sistem fire-and-forget. Rudal yang dilengkapi perangkat imaging infrared seeker ini akan menghancurkan sasarannya secara otomatis.

Rudal dengan panjang 1,67 m dan diameter 17,5 cm ini dibuat dalam berbagai varian dengan jarak jangkau tembakan bervariasi mulai dari 1,5 km (Spike SR) hingga 25 km (Spike NLOS).

Rudal Spike diproduksi sejak tahun 1980-an dan telah digunakan di berbagai palagan tempur. Rudal inidiakuisisi oleh lebih 25 negara.

RONI SONTANI

Bagikan ini :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!