Wed. May 22nd, 2019

Airspace Review

Aviation & Military Update

Dari Skadron Baru hingga Satuan Rudal Jarak Jauh, Ini Daftar Renstra IV TNI AU (2020-2024)

3 min read
Su-27/30Skadron Udara 11

ANGKASAREVIEW.COM – Empat Pangkalan TNI AU (Lanud) Tipe C akan dibentuk oleh TNI Angkatan Udara di Batam, Saumlaki/Selaru, Wamena, dan Sorong. Hal ini telah dituangkan dalam Rencana Strategis (Renstra) IV TNI AU periode 2020-2024.

Selain membangun empat lanud baru Tipe C, TNI AU juga akan membangun enam Satuan Radar (Satrad), dua Resimen Hanud (Reshanud), dan lima Detasemen Hanud (Denhanud). Ada pula pembentukan Detasemen/Satuan Peluru Kendali (Denrudal/Satrudal) Jarak Sedang dan Jarak Jauh.

Kemudian pembentukan Depo Pemeliharaan (Depohar) 80 dengan tiga Satuan Pemeliharaannya (Sathar 81, Sathar 82, Sathar 83) untuk pemeliharaan tingkat berat pesawat tempur.

Lalu pembentukan Depohar 90 dengan tiga Satharnya yaitu  Sathar 91, Sathar 92, dan Sathar 93 untuk pemeliharaan tingkat berat helikopter.

Ada juga pembentukan Sathar baru sebagai pelengkap dari Sathar yang sudah ada. Yaitu Sathar 24 (Depohar 20), Sathar 34 (Depohar 30), Sathar 43 (Depohar 40), Sathar 54 (Depohar 50), Sathar 55 (Depohar 50), dan Sathar 65 (Dephar 60).

Selanjutnya, di dua Lanud Tipe A, masing-masing di Lanud Supadio, Pontianak dan Lanud Suryadarma, Subang TNI AU juga akan membentuk Skadron Teknik baru.

Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Yuyu Sutisna memaparkan hal itu saat memberikan kuliah umum kepada para mahasiswa dan dosen Pascasarjana (S2) Universitas Pertahanan (Unhan) di Sentul, Bogor, Senin (28/5/2018).

Dispenau

Dikatakan KSAU, sesuai amanah Undang-undang TNI No 34 Tahun 2004 Pasal 10, TNI Angkatan Udara melaksanakan tugas TNI matra udara di bidang pertahanan, menegakkan hukum dan menjaga keamanan di wilayah udara yurisdiksi nasional sesuai dengan ketentuan hukum nasional dan hukum internasional yang telah diratifikasi. Selain itu TNI AU juga melaksanakan tugas TNI dalam pemberdayaan wilayah pertahanan udara.

Perihal sistem pertahanan maritim, lanjut KSAU, dibutuhkan Angkatan Laut yang kuat dan Angkatan Udara yang kapabel. Sehingga, penguasaan ruang udara dapat menjamin terwujudnya supremasi kekuatan maritim.

“Terwujudnya  kebijakan pembangunan TNI AU yang andal dan disegani serta berkelas, tidak terlepas dari kebijakan Tripilar, yaitu kesiapan operasional, profesionalisme, dan kesejahteraan prajurit. Sedangkan empat program pembangunan kekuatan mancakup dukungan kesiapan matra udara, modernisasi alutsista dan non-alutsista, peningkatan profesionalisme personel matra udara, serta penyelenggaraan manajemen dan operasi matra udara,” papar Yuyu Sutisna.

Kohanudnas digabung dengan Koopsau

Sebelumnya, KSAU menjelaskan bahwa pada Renstra III (2015-2019), TNI AU telah dan akan melakukan validasi organisasi. Yaitu penggabungan Kohanudnas dan Koopsau menjadi Komando Operasi Udara Nasional (Koopsudnas), dan pembentukan Koopsud III sebagai kelanjutan dari rencana pembentukan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan).

Kemudian restrukturisasi Kodikau menjadi Kodiklatau dan Dispamsanau menjadi Pusintelau. Ada juga pembentukan Spotdirgaau dan Disopslatau serta pembentukan skadron udara baru untuk pesawat tempur, pesawat angkut, pesawat intai strategis, heli, dan pesawat terbang tanpa awak (PTTA).

Dua skadron pesawat baru di Makassar

Dispenau

Sementara itu, terkait skadron baru yang akan dibangun, KSAU menyatakan bahwa tahun depan Skadron Udara 9 (helikopter) dan Skadron Udara 33 (pesawat angkut) akan dibangun di Lanud Sultan Hasanuddin (HND), Makassar.

Hal tersebut dikatakan KSAU dalam kunjungannya ke Lanud HND hari ini, Rabu (30/5/2018).

“Rencana ke depan, di tahun 2019, akan dibentuk Skadron Udara 33 pesawat angkut dan Skadron Udara 9 helikopter,” ujar KSAU dalam pengarahannya kepada para perwira Lanud HND.

Hadir pada acara tersebut, Irjenau, para Asisten KSAU, Pangkohanudnas, Dankorpaskhas, Dankoharmatau,  Pangkoopsau II, Waaspers KSAU, para Kadis jajaran Mabesau, dan Komandan Lanud HND Marsma TNI Bowo Budiarto.

KSAU menjelaskan, penempatan dua skadron baru di Lanud HND sebagai upaya TNI AU mendukung dan mewujudkan interoperabilitas antar satuan-satuan TNI di wilayah Sulawesi. Untuk diketahui, di Makassar saja terdapat beberapa satuan TNI lainnya seperti Divisi III Kostrad dan Lantamal VI.

Menyikapi rencana tersebut, KSAU minta agar Lanud HND melakukan persiapan, termasuk  kesiapan sarana prasarana dan para awak pesawat.

Dispenau

Yang terkait dengan kesiapan pesawat, KSAU berharap ada sinergi yang baik antara kebutuhan kesiapan pesawat untuk melaksanakan misi dengan pelaksanaan upgrade atau perbaikan pesawat.

“Lakukan kerja sama yang baik dengan PTDI dalam proses tersebut, sehingga kita dapat mendukung dan membesarkan Industri Pertahanan Nasional sesuai kebijakan pemerintah,” tekan Yuyu.

Kepada para penerbang, KSAU meminta untuk memanfaatkan alokasi jam terbang yang ada secara efektif dan efisien guna meningkatkan kemampuan dengan tetap berpatokan pada keselamatan (safety).

Demikian disarikan dari rilis Dispenau yang diterima Redaksi Angkasa Review.

RONI SONTANI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *