Thu. Jun 13th, 2019

Airspace Review

Aviation & Military Updates

Menanti Kehadiran Tank Boat X18 Antasena

3 min read
North Sea Boats

 Kapal berkubah meriam tank yang beroperasi di alur sungai dan bibir pantai sebagai pemberi dukungan tembakan dalam pendaratan amfibi.

RANGGA BASWARA SAWIYYA | ANGKASAREVIEW.COM

Hampir satu setengah tahun sudah sejak penampilan penuh (mock up) Tank Boat X18 Antasena dalam gelaran Indo Defence ke-7 yang berlangsung pada November 2016, belum tersiar lagi kabar kelanjutannya. Tentu diharapkan bisa berjalan lancar seperti halnya tank medium Kaplan (Harimau) buatan Pindad bersama FNSS Turki yang tengah menjalani uji purwarupanya.

Perahu bermeriam yang konsepnya muncul sejak tahun 2015 ini ditawarkan oleh perusahaan pembuat kapal asal Banyuwang, Jawa Timur, yaitu PT Lundin (North Sea Boats) dengan merangkul PT Pindad sebagai mitra dari BUMN.

Sementara mitra asingnya adalah industri senjata CMI Defence dan OIP (Optique et de Instruments Precision) perusahaan pengembang sistem sensor. Keduanya berasal dari Belgia dan melibatkan juga industri pertahanan Bofors asal Swedia.

Tantangan terberat dalam perancangan perahu kecil bersenjata meriam besar adalah pada masalah recoil akibat tembakan kanonnya serta bobot kapalnya sendiri. Belajar dari pengalaman Sikorsky yang kurang sukses dengan desain monohull tank boat-nya, Lundin menerapkan desain catamaran (lunas ganda) pada X18 agar lebih stabil serta menerapkan gyro-stabilized gun.

North Sea Boats

Dalam upaya menghemat berat kapal, Lundin mengintegrasikan bahan komposit ringan yang lebih ringan 10 kali dan lebih kuat 10 kali dibanding baja dan juga tahan api. Hal ini berbeda dengan material yang pernah digunakan pada Kapal Cepat Rudal (KCR) Trimaran, KRI Klewang 625. X18 juga memanfaatkan bahan alumunium untuk kubah menaranya.

CMI Defense bertanggung jawab memasok sistem turet Cockerill XC-8 105HP yang sudah memiliki sistem komputer balistik dan stabilisasi untuk memberikan solusi dan koreksi atas sudut penembakan. Sistem kubah ini diawaki dua orang yang telah mengintegrasikan bustle-mounted autoloader.

North Sea Boats

Mampu menembakkan semua jenis munisi tank kaliber 105 mm standar NATO yang menyediakan komandan dengan berbagai pilihan amunisi sesuai situasi taktis di lapangan. Kanon ini bisa juga melepaskan Falarick 105 Gun-Launched Anti-Tank Guided Missile (GLATGM) yang dapat melumat armor berat pada rentang jarak 5 km.

Senjata utama kanon kaliber 105 mm HP (high pressure) bisa digunakan bertempur melawan kapal yang lebih besar. Sudut dongaknya yang mencapai 42 derajat dapat digunakan untuk memberikan bantuan tembakan tidak langsung sejauh 10 km pada pasukan kawan yang tengah melakukan pendaratan.

Sebagai senjata sekunder, X18 mengusung Lemur RCWS buatan Bofors dengan senapan mesin kaliber 7,62 mm. Untuk perlindungan awak kapal, PT Lundin akan memberikan sistem proteksi tambahan di beberapa titik yang bisa menahan tumbukan peluru hingga kaliber 7,62 mm.

North Sea Boats

Kapal kecil berlunas ganda ini memiliki rancangan draft (sarat air kapal) 0,8 meter sehingga cocok untuk bermanuver di perairan yang tidak dalam. X18 akan disokong dua mesin diesel buatan MAN berdaya 1.200 hp untuk mengemudikan sepasang waterjet MJP450 dengan kecepatan maksimum mencapai 40 knot (74 km/jam) dengan jangkauan hingga 2.000 mil (3.218 km).

SPESIFIKASI Tank Boat X18 Antasena

Awak: 4 orang. Pasukan: 20 personel. Panjang: 18 meter. Lebar: 6,6 meter. Mesin diesel: 2 x MAN 1.200 HP. Waterjet: 2 x MJP450. Kecepatan maks: 40 knot. Jangkauan: 2.000 mil (3.218 km). Senjata utama: Kanon 105 mm. Senjata sekunder: RCWS 12.7 mm

X18 akan diawaki empat orang ABK dan bisa menyeberangkan 20 tentara bersenjata lengkap serta dapat menggendong sebuah RIB untuk digunakan dalam penyerangan atau penyusupan pasukan. Fungsi lain dari X18 adalah sebagai wahana dukungan logistik atau peran medevac.

Konsep ‘tank terapung’ yang ditawarkan PT Lundin sendiri telah mendapat apresiasi positif dari TNI. Karena produk ini baru muncul, sehingga X18 tak ada dalam daftar pengadaan alutsista pada MEF (Minimum Essensial Force) ke-2 tahun 2015-2019. Namun bisa saja akan muncul dalam MEF ke-3 (terakhir) tahun 2020-2024.

North Sea Boats

Peluang penjualan ke luar negeri juga terbuka lebar. Negara asing yang telah menyatakan minatnya untuk mengakuisisi adalah Uni Emirat Arab dan Mesir dengan harga jual per unit dalam kisaran harga 10-15 juta euro atau setara 160-240 miliar rupiah tergantung kelengkapan.

Akan tetapi, PT Lundin harus bekerja keras untuk mewujudkan konsepnya tersebut, setidaknya menjadi sebuah prototipe yang  proof of concept sehingga calon pelanggan bisa menyaksikan dan mecoba produk X18 Antasena tentunya sesuai dengan janji yang ditawarkan.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *