Thu. Jun 20th, 2019

Airspace Review

Aviation & Military Updates

Arus Mudik Lebaran 1439H, Basarnas Siagakan Helikopter dan Kapal SAR

2 min read
basarnasFery Setiawan

ANGKASAREVIEW.COM – Dalam rangka memberikan pelayanan yang maksimal saat musim mudik lebaran (Idul Fithri) 1439 H, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan/ BNPP (Basarnas) menyiagakan armada-armada helikopter dan kapal SAR (search and rescue) mereka untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Selain itu, penyiagaan armada-armada tersebut di dekat titik-titik rawan juga untuk mendukung tugas operasi.

“Jadi kita mulai tahun kemarin diminta oleh pemerintah, khususnya Kementerian Perhubungan untuk bersinergi dengan institusi yang lain dalam rangka arus mudik lebaran. Dalam pengamanan arus mudik itu terdapat daerah-daerah yang rawan, contohnya di Pantura (Jakarta-Semarang-Surabaya),” jelas Kepala Basarnas Marsdya TNI Muhammad Syaugi kepada Angkasa Review, Jum’at (25/5/2018) di Jakarta.

Ia mengatakan, Basarnas akan dirikan Pos SAR di Cipali yang lokasinya kurang lebih di KM162. Pos tersebut telah didirikan sejak tahun lalu. Selain itu, pos-pos SAR lainnya juga disiagakan daerah Cirebon, Semarang, Cilacap.

Mantan Dirjen Perencanaan Pertahanan Kementerian Pertahanan ini menyebutkan, pihaknya menyiagakan helikopter di Semarang untuk mendukung kecepatan response time Basarnas bila terjadi kejadian yang tidak diinginkan.

Baca Juga:

Antisipasi Letusan Gunung Merapi, Basarnas Siagakan KanSAR Jogjakarta dan Semarang

Selain Operasi Bersama, Basarnas Akan Latih Personel SAR Sri Lanka

“Nanti kita kerahkan helikopter kita di Semarang untuk mengantisipasi bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, walaupun kita punya helikopter di Jakarta. Kita juga punya helikopter, standby-nya di Batam atau di Tanjungpinang, kemudian ada juga di Bali,” sebutnya.

Nanti, lanjutnya, tinggal diperkirakan di mana daerah-daerah yang rawan, termasuk penyeberangan-penyeberangan, baik di Pelabuhan Bakauheni maupun yang di Gilimanuk. Karena daerah-daerah itu yang sering terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan.

“Jadi kita standby-kan kapal negara (SAR) di situ, yang ada di Gilimanuk maupun Bakauheni, apabila terjadi sesuatu. karena kita ingin mendekatkan pada keramaian-keramaian situasi. Karena tadi response time kita (harus) lebih cepat, karena ini dealing (berurusan) dengan nyawa manusia,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, selama ini kerawanan kecelakaan transportasi cenderung terjadi di sektor laut.

“Kalau kita lihat selama ini (kerawanan transportasi) ada di laut. Laut ini kan kebanyakan perlu kedisiplinan, khususnya kepada pengoperasi kapal-kapal. Kebanyakan kalau kita melihat kejadian-kejadian tenggelam kapal di laut itu karena kelebihan manifest/penumpang. Kita berharap pelayanan transportasi dapat berjalan sesuai standar prosedur untuk menghindari terjadinya kecelakaan,” jelasnya.

Namun begitu, bila terjadi kejadian yang tidak diinginkan, ia menyatakan pihaknya siap untuk bergegas ke lokasi sesegera dan secepat mungkin.

“Kalau ini semuanya bisa rapi dan tertib ya Insya Allah tidak ada kecelakaan-kecelakaan tersebut. Karena tugas Basarnas ini tugas yang pakai hati, diminta ataupun tidak diminta kita harus hadir, di mana pun itu. Karena negara sudah memberikan kewenangan kepada kita dan anggaran, jadi kita harus selalu siap,” tandasnya.

(ERY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *