Fri. May 17th, 2019

Airspace Review

Aviation & Military Update

Mendaratnya BBJ 2 di Bandara Internasional Kertajati Jadi Momen Penting Bagi BJIB dan AP II

2 min read
bandara internasional kertajatiBKIP Kemenhub

ANGKASAREVIEW.COM – Menuggangi pesawat Boeing Business Jet 2 (BBJ 2), Presiden Joko Widodo yang didampingi Menko Maritim Luhut Pandjaitan, Menteri Perikanan & Kelautan Susi Pudjiastuti, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko melakukan Penerbangan Perdana di Bandara Internasional Kertajati, Jawa Barat, Kamis (24/5/2018).

Penerbangan perdana pesawat kepresidenan dengan berversi dasar 737-800 tersebut menjadi momen (historical flight) penting bagi PT Angkasa Pura II (Persero)/ AP II dan PT Bandara Internasional Jawa Barat (BJIB) sebagai operator bandara itu yang ditunjuk sejak Januari 2018 lalu.

Direktur Utama Bandara Internasional Kertajati Virda Dimas Ekaputra mengatakan, pihaknya sangat antusias menyambut kehadiran Presiden Jokowi beserta rombongan dalam penerbangan perdana di Kertajati.

“Ini merupakan historical flight bagi Bandara Internasional Kertajati. Titik awal di mana akan ada sejumlah pilihan penerbangan komersial hadir disini pada pertengahan tahun 2018. Segala persiapan operasional akan dimaksimalkan agar pelayanan lebih siap ketika penerbangan komersial dijalankan,” ungkapnya.

Pada kesempatan ini, Presiden Direktur AP II Muhammad Awaluddin mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan persiapan operasional terkait penerbangan komesial perdana yang rencananya akan dilaksanakan pada H-7 Hari Raya Idul Fitri.

Harapannya dengan hadirnya Bandara Internasional Kertajati ini mampu memberikan alternative baru bagi para pemudik untuk pulang kampung. Selain itu akan dilanjutkan dengan layanan embarkasi dan debarkasi Haji tahun 2018 yang rencananya akan melibatkan maskapai Garuda Indonesia dengan rute penerbangan Kertajati – Cengkareng -Jeddah. Total akan ada 5 kloter jamaah Haji yang akan terbang dari bandara ini.

Awaluddin mengatakan, AP II dipercaya untuk mengelola Bandara Internasional Kertajati hingga tahun 2035. Dengan skema KSO (kerja sama operasi), AP II akan mengoperasikan secara keseluruhan operasional bandara ini. Ia menaruh harapan besar pihaknya dapat memberikan kontribusi yang positif bagi pertumbuhan perekonomian nasional, khususnya perekonomian daerah Jawa Barat.

Baca Juga:

Beroperasi Pertengahan 2018, Bandara Kertajati Didukung Multimoda Transportasi

Target Selesai 2018, Gubernur Jabar: Pembangunan BIJB On Schedule

“Kita berharap Bandara Internasional Kertajati nantinya akan menjadi sebuah bandara yang bisa memberikan pelayanan kepada seluruh masyarakat. Selain itu juga harapannya adalah terciptanya dampak ekonomi positif untuk Provinsi Jawa Barat. Tumbuhnya perekonomian daerah tentunya akan menarik minat para investor sehingga percepatan pembangunan bisa segera dirasakan oleh masyarakat luas,” ujar Jokowi seusai mendarat di Bandara Internasional Kertajati.

Pada kesempatan yang sama, Budi menyampaikan bahwa dengan hadirnya bandara ini diharapkan mampu menarit minat para pelaku bisnis penerbangan untuk dapat membuka rute penerbangan dari dan menuju Kertajati. Tidak hanya penerbangan domestik, tetapi juga penerbangan internasional sehingga hal ini akan meningkatkan konektivitas penerbangan yang berdampak pada pergerakan roda ekonomi masyarakat pada masing-masing daerah.

bandara internasional kertajatiBKIP Kemenhub

“Pemerintah Daerah serta masyarakat Jawa Barat kini bisa berbangga diri dengan adanya bandara megah ini. Selain itu, masyarakat juga diharapkan bisa berpartisipasi dalam melihat peluang-peluang usaha yang bisa dikembangkan supaya dampak ekonomi bisa dirasakan bersama. Kami optimis pertumbuhan ekonomi akan meningkat setelah dioperasikannya Bandara Internasional Kertajati ini”, kata Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.

(ERY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *