Wed. May 22nd, 2019

Airspace Review

Aviation & Military Update

F-35 Israel Sukses Jalankan Debutnya di Suriah

2 min read
Southfront.org

ANGKASAREVIEW.COM – Isreal mengklaim telah menggunakan jet tempur siluman F-35i Adir milik angkatan udaranya dalam pertempuran di Suriah. Misi tersebut juga menjadikan Israel sebagai negara pertama yang menerbangkan F-35 dalam sebuah operasi militer.

“Pesawat Adir sudah beroperasi dan terbang dalam misi operasional. Kami adalah yang pertama di dunia yang menggunakan F-35 dalam kegiatan operasional,” ujar Mayor. Jenderal Amikam Norkin, Komandan Angkatan Udara Israel.

Menurutnya, misi ini bukan yang pertama untuk Adir. “Kami menerbangkan F-35 di seluruh Timur Tengah dan telah menyerang dua kali di dua front yang berbeda,” ujar Norkin seperti dicatat Reuters.

Baca juga:
Israel Modifikasi Armada C-130 Hercules Mereka
Daftar Alutsista Serangan “Jumat Malam” Pasukan Koalisi ke Suriah

Pihak AU Israel mengkonfirmasi bahwa pihaknya telah meluncurkan 9 unit F-35 Israel yang berada di bawah komando 140th Squadron. Mereka memiliki markas di Nevatim Air Base.

Shlomo Brom, seorang brigadir jenderal pensiunan di Angkatan Udara Israel, mengatakan kepada Business Insider bahwa salah satu front tersebut adalah di Utara Suriah setelah pasukan Iran menembakkan roket ke arah Israel dan angkatan udara Israel meluncurkan serangan balasan yang menewaskan puluhan orang Iran dan memukul lebih dari 50 target.

Tidak jelas apakah pertahanan Suriah atau Rusia berhasil melacak keberadaan F-35 Israel, tetapi jet siluman membuat dirinya sulit ditemukan.

Ketika Israel merilis video salah satu bomnya yang menghancurkan sistem pertahanan udara Rusia, media Rusia banyak yang berasumsi, kegagalan artileri pertahanan mereka mengendus rudal F-35 itu disebabkan lantaran sistem itu tidak siap tempur atau telah kehabisan amunisi.

Lockheed mengirimkan dua F-35I pertama ke Israel pada tahun 2016. F-35I Adir yang tersisa telah menggunakan perangkat lunak Block 3F, memungkinkan opsi senjata yang lebih luas dan jangkauan jelajah yang lebih luas.

Israel juga telah mengungkapkan rencana untuk mengintegrasikan senjata buatan sendiri, termasuk bom presisi Rafael Spice. Pada bulan Februari, Departemen Pertahanan memberi Lockheed Martin kontrak senilai 147 juta dolar untuk mengintegrasikan senjata buatan Israel ke F-35 pesanan mereka. (IAN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *