Fri. May 24th, 2019

Airspace Review

Aviation & Military Update

Kapal Perusak USS Milius (DDG 69) Bergabung dengan Kekuatan Armada Ketujuh

2 min read
US Navy

ANGKASAREVIEW.COM – Dalam rangka strategi penyelarasan kekuatan, Angkatan Laut Amerika Serikat (AL AS – US Navy) menggabungkan kapal perusak kelas Arleigh Burke, USS Milius (DDG 69) ke dalam jajaran kekuatan Forward Deployed Naval Forces (FDNF) Armada Ketujuh AS (US 7th Fleet) dengan basis di Yokosuka, Jepang.

Semula, DDG 69 berada dalam jajaran kekuatan Armada Ketiga (US 3rd Fleet) di Naval Base Point Loma (NBPL) dekat San Diego, California, AS. Kapal ini menjadi destroyer terakhir Armada Ketiga yang dipindahkan kedudukannya ke Armada Ketujuh menyusul USS Benfold (DDG 65) dan USS Barry (DDG 52).

Pemindahan kedudukan yang dilakukan AL AS pada 14 Mei ini seiring peningkatan konsentrasi kekuatan dan kehadiran AL AS demi menjaga keamanan di kawasan Indo-Pasifik.

Di Armada Ketujuh USS Milius bergabung ke dalam Skadron Kapal Perusak (DESRON) 15. Bergabungnya DDG 69 dengan kapabilitas sebagai kapal berplatform pertahanan rudal balistik (BMD) ini disambut baik oleh Komandan DESRON 15 Capt. Jonathan Duffy.

“Kapal ini memiliki kemampuan yang tinggi dan akan meningkatkan kekuatan dalam mendukung tugas-tugas di kawasan Indo Pasifik,” ujar Duffy sebagaimana disiarkan Lt. j.g. Michael Barkofski kepada media dari USS Milius.

Tahun lalu di galangan kapal San Diego, USS Milius telah selesai menjalani peningkatan kemampuan dengan penambahan sistem tempur Aegis Baseline 9. Kapal ini juga menjalani upgrade pada sistem pertahanan udara, pertahanan rudal balistik, perang permukaan, perang bawah permukaan, dan lainnya. Sejumlah sistem persenjataan yang melengkapi antara lain peluncur vertikal rudal jelajah Tomahawk, torpedo, peluncur rudal Harpoon, senapan mesin, dan Phalanx CIWS.

Setiba di markas baru Yokosuka, Jepang, USS Milius segera melaksanakan penyesuaian. Demikian juga dengan penempatan para awak dan keluarganya.

USS Milius (DDG 69) dibangun tahun 1994 dan mulai digunakan AL AS pada 23 November 1996. Kapal berbobot mati 9.000 ton dan memiliki panjang 154 m, beam 20 m, dan draft 9,4 m ini dapat memuat 281 orang. Kecepatan laju maksimal di atas 30 knot (56 km/jam) dan dapat menjelajah sejauh 4.400 mil laut (8.100 km) pada kecepatan 20 knot (37 km/jam).

Sepanjang pengabdiannya, Milius telah mendapatkan sejumlah penghargaan. Di antaranya PACFLT Marjorie Sterrett Battleship Fund Award 2002, PACFLT Retention Excellence Award 2003, dan tiga kali mendapatkan Navy Battle “E” yaitu penghargaan tahunan AL AS bagi kapal perang paling efektif pada 2002, 2012, dan 2015.

RONI SONTANI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *