JAL Akan Buka Penerbangan Berbiaya Murah Jelang Olimpiade 2020

Nikei

ANGKASAREVIEW.COM – Japan Airlines (JAL) akan meluncurkan penerbangan jarak jauh dan menengah berbiaya murah pada tahun 2020, ketika Tokyo kebagian untuk menjadi tuan rumah Olimpiade dan Paralimpiade.

JAL juga akan mempertimbangkan untuk menyediakan penerbangan murah pertama antara Jepang dan Eropa serta Jepang dan AS. Mereka menargetkan pasar pelancong backpacker, baik dari Jepang maupun backpacker asing yang akan mengunjungi Jepang.

Jika penerbangan berbiaya rendah ini dibuka, maka JAL akan memperluas persaingan dalam bisnis operator berbiaya rendah. Maskapai Jepang itu memang saat ini tengah mengalihkan fokus manajemennya ke pertumbuhan pasca rekonstruksi perusahaan setelah serangkaian masalah bisnis dalam beberapa tahun terakhir.

Baca juga:
Wow, Ini Penampakan Pesawat ELINT Terbaru Jepang
Jepang Jadi Pengguna Pertama Tanker KC-46 di Luar Amerika Serikat

Belum diketahui secara pasti kapan servis terbaru ini mulai dibuka untuk umum. Saat ini JAL masih akan melatih pilot dan menyusun rencana bisnis terperinci, termasuk membangun strategi merek dan rute penerbangan.

Untuk penerbangan berbiaya murah ini, kemungkinan JAL akan menggunakan Bandara Internasional Narita untuk menuju ke Amerika Utara, Eropa dan bagian lain di Asia. Namun rute detilnya masih dalam kajian mendalam agar tidak tumpang tindih dengan rute penerbangan internasional utama yang ada.

Sejak mengajukan perlindungan kebangkrutan pada tahun 2010, JAL telah dipaksa untuk melakukan rekonstruksi sebagai prioritas dan harus menghasilkan keuntungan secepatnya.

Saat ini sebenarnya JAL telah memiliki saham di maskapai Jetstar Jepang yang juga menerapkan layanan berbiaya murah. JAL dan Qantas Airways Australia keduanya memiliki 33,3% saham di Jetstar.

Pada April 2017 situasi berubah ketika Kementerian Pariwisata, Infrastruktur, Transportasi mencabut pembatasan investasi perusahaan. Kebijakan ini memungkinkan maskapai untuk melompat ke pasar LCC.

Pasar LCC Jepang mulai berkembang pada tahun 2012, ketika maskapai penerbangan domestik dan asing meluncurkan sejumlah layanan.

Sebagian besar rute penerbangan berbiaya murah internasional ke dan dari bandara Jepang memiliki jarak yang relatif pendek. Kebanyakan penerbangan itu berasal dari Asia Tenggara. Tak heran jika penerbangan murah jarak jauh JAL diharapkan untuk menawarkan pilihan baru.

JAL berencana untuk menargetkan segmen-segmen yang selama ini terabaikan, seperti keluarga dan pelancong muda, di samping pelanggan bisnis yang menjadi fokusnya saat ini. (IAN)

 

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!