Digeser Dreamliner, Produksi Boeing 767 Meningkat di Bisnis Kargo

Dylan Ashe

ANGKASAREVIEW.COM – Digeser perannya oleh pesawat terbaru yang lebih seksi, Boeing 787 Dreamliner, tak menjadikan jet komersial satu atap Boeing B767 kehilangan pelanggan.

Beralih dari perannya sebagai pesawat angkut penumpang, 767 cemerlang di angkutan kargo. Boeing pun berencana meningkatkan kapasitas produksinya menjadi 36 unit per tahun mulai 2020. Peningkatan produksi sebesar 20% ini merupakan peningkatan ketiga sejak 2016.

Sejauh ini, Boeing mencatatkan 63 pesanan untuk Boeing 767 bernilai 16,1 miliar dolar AS pada harga pabrik.

B767 mencapai tahun keemasannya di era 1980-an sebagai pesawat penumpang antarbenua. Pesawat jet berukuran menengah ini merupakan wide body pertama buatan Boeing yang menggunakan dua mesin serta pesawat komersial pertama berteknologi glass cockpit berawak dua orang.

Berkapasitas 181-375 penumpang, 767 berada di bawah kapasitas pesawat badan lebar jumbojet 747. Boeing 767 mampu terbang menempuh jarak 7.130 km – 11.825 km tergantung variannya.

Seri 767-200 mulai digunakan pada 1982, diikuti 767-300 pada 1986, dan 767-400ER pada era 2000-an.

Pada 1995, Boeing 767 memulai debutnya di bisnis kargo melalui varian 767-300F.

Wikimedia

Tidak hanya digunakan di lingkungan sipil, militer pun menggunakan turunan 767 yaitu E-767 surveillance aircraft, tanker KC-767 dan KC-46, serta sebagai pesawat angkut VIP.

Beragam mesin digunakan pada 767, yakni General Electric CF6, Pratt & Whitney JT9D, PW4000, dan Rolls-Royce RB211 turbofan.

United Airlines tercatat menjadi pengguna pertama Boeing 767 untuk layanan komersial pada 1982. Pesawat awalnya digunakan untuk rute-rute domestik dan kemudian meningkat ke rute antarbenua setelah terbukti keandalannya.

Tahun 1985, B767 menjadi pesawat dua mesin pertama di lingkungan maskapai yang mendapat sertifikasi penggunaan lintas benua. Dari situ pula 767 menjadi pesawat pilihan untuk penerbangan nonstop jarak menengah hingga jarak jauh.

Tahun 1986, Boeing memulai perancangan B777 sebagai peningkatan kapasitas dari B767 dengan badan lebih lebar. Tahun 1990-an Boeing 767 menjadi pesawat paling banyak digunakan untuk penerbangan transatlantik antara Amerika Utara dan Eropa.

Rekor lain yang dicatat, 767 merupakan pesawat twinjet badan lebar pertama yang mencapai pengiriman 1000 unit kepada pelanggan. B767 ke-1000 dikirimkan Boeing kepada All Nippon Airways tahun 2011.

Ken Iwalumo
Ted Warren/AP

Hingga Desember 2017, catatan pesanan terhadap 767 yang masuk ke Boeing sebanyak 1.204 unit dari 74 pelanggan. Sebanyak 1.106 dari jumlah pesanan tersebut telah dikirimkan kepada para pemesannya.

Per Juli 2016, terdapat 742 B767 yang masih digunakan oleh operator. Varian terbanyak yang digunakan adalah 767-300ER dengan jumlah yang telah diserahkan mencapai 583 unit.

Delta Airlines menjadi operator terbanyak menggunakan 767-300ER ini dengan 91 pesawat.

Sementara pemesan terbanyak diraih oleh FedEx dengan 106 pesanan varian 767-300F yang akan diserahkan Boeing pada kurun 2018-2023. Pesanan lain datang dari UPS sebanyak total 63 unit yang akan diterima hingga tahun 2022.

Rezeki di bidang kargo (freighter) telah menolong produksi 767 berlanjut menyusul hadirnya 787 Dreamliner di jajaran maskapai penerbangan dunia sejak tahun 2011.

RONI SONTANI

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *