Babak Baru, Afghanistan Gelar Misi Operasi Black Hawk

NATO

ANGKASAREVIEW.COM – Angkatan Udara Afghanistan (AAF) memulai babak baru dengan menggelar misi operasi pertama heli UH-60 Black Hawk mereka di Provinsi Helmand pada Selasa, 8 Mei.

Misi dalam dukungan NATO tersebut digelar satu hari setelah 31 kru heli UH-60 AAF dinyatakan lulus dari pendidikan kualifikasi misi.

Komandan Komando Bantuan dan Pelatihan Angkatan Udara Brigjen Phillip Stewart mengatakan, penggunaan UH-60 menandai zaman baru bagi AAF dan bentuk peralihan dari kekuatan armada lama buatan Uni Soviet ke armada baru buatan Amerika Serikat.

“Semua yang lulus sekolah kualifikasi misi ini, telah menunjukkan kerja keras dan dedikasi yang luar biasa. Tidak hanya pesawat yang berubah, namun juga para siswa ini merupakan perwujudan fisik dari kemajuan,” jelas Stewart dikutip dari NATO Resolute Support.

Enam pilot pertama AAF berhasil menyelesaikan pendidikan konversi dari heli Mi-17 ke heli UH-60 pada November tahun lalu.

Skadron Pelatihan Terbang Helikopter AU AS mengatakan, tahun ini pihaknya akan melatih 14 pilot heli UH-60 AAF di Fort Tucker, Alabama. Kemudian pada tahun depan akan dilatih sebanyak 21 orang dan 25 orang di tahun-tahun berikutnya.

Selain di AS, pelatihan pilot UH-60 juga akan dilaksanakan di Republik Ceko dan Uni Emirat Arab.

NATO

AAF saat ini mengoperasikan 13 heli UH-60 dengan dua unit tambahan akan datang akhir 2018. AAF menerima dua unit pertama heli ini pada September tahun lalu melalui program Black Hawk Exchange and Sale Transaction.

Pada 2024 nanti, AAF akan mengoperasikan 159 UH-60 dengan 58 di antaranya dilengkapi pod roket tambahan dan senapan mesin untuk dukungan udara dekat. Proses pemugaran (refurbish) dan peningkatan kemampuan heli UH-60 menelan biaya 8 juta dolar per unit.

RONI SONTANI

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *