Thu. May 23rd, 2019

Airspace Review

Aviation & Military Update

Kamov Ka-60/62, Sang Penerus Heli Legendaris Mi-4 Hound

3 min read
Istimewa

ANGKASAREVIEW.COM – Keluar pakem, begitulah kesan pertama bila melihat heli Ka-60 Kasatka (Paus Orka) rancangan Biro Desain Kamov yang mengusung teknologi rotor ekor fenestron atau dikenal juga dengan istilah fan in fin.

Menjadi suatu yang tak lazim karena sejak kemunculan helikopter pertamanya Ka-8 pada 1947, biro desain yang didirikan oleh Nikolai I. Kamov ini selalu konsisten dalam rancang bangun menggunakan teknologi rotor co-axial (model tumpuk berputar lawan arah) yang menghilangkan kebutuhan akan rotor ekor sebagai antitorsi.

Heli yang mulanya berkode V-60 ini berhasil menggusur rival utamanya dari Biro Desain Mil yang menawarkan Mi-36 dalam pengadaan heli militer medium ringan kelas 6,5 ton guna menggantikan heli uzur Mi-8 pada 1982.

Ka-60 melaksanakan penerbangan perdananya pada 24 Desember 1998 oleh pilot uji Vladimir Lavrov. Heli yang tampilannya serupa dengan Eurocopter (Airbus Heicopters) AS365 Dauphin ini dipertunjukkan ke publik pertama kali tahun 1999 dalam pameran udara internasional MAKS di Moskow.

Pengembangan Ka-60 tak berlangsung mulus karena kurangnya pendananaan pascabubarnya Uni Soviet di pengujung 1991. Namun program kembali dihidupkan oleh Pemerintah Rusia tahun 2011, program yang awalnya sebagai heli militer ini berubah prioritas menjadi varian sipil dengan kode Ka-62.

Setelah penundaan yang berlarut-larut, akhirnya penerbangan perdana prototipe Ka-62 berhasil dilaksanakan tanggal 28 April 2016 selama 10 menit di lapangan udara milik pabrik pesawat Progress-Arsenyev di Rusia Timur.

Istimewa

Meski sepintas sama, Ka-62 memiliki sedikit perbedaan dengan Ka-60. Yakni penggunaan lima bilah rotor utama sedang pada Ka-62, sementara empat bilah pada Ka-60. Lalu sepasang sirip tegak tambahan di atas rotor belakang serta adanya rumah roda bagian depan menjadikan desainnya terlihat rapi. Jendela kaca penumpang pun lebih besar.

SPESIFIKASI KAMOV Ka-62

Awak : 1-2. Kapasitas penumpang : 12-15 orang. Beban bawaan : 2.000 kg internal. Panjang : 15,6 m. Diameter rotor utama : 5 m. Tinggi : 4,6 m. MTOW: 500 kg. Mesin : 2 x Turbomeca Ardiden 3G. Daya : masing-masing sebesar 1.680 hp. Kecepatan maksimum : 308 km/jam. Kecepatan jelajah : 290 km/jam. Ketinggian terbang : 5.700 m. Ketinggian maks. hover : 3.300 m. Jangkauan : 770 km

Ka-62 menjadi heli pertama Rusia yang digarap bersama mitra internasional secara luas yang belum pernah terjadi di era Uni Soviet. Heli mengadopsi mesin baru Ardiden 3G berdaya 1.680 hp buatan Turbomeca Perancis yang memenuhi standar lingkungan tinggi, efisiensi bahan bakar, dan lebih bertenaga.

Perusahaan Perancis lainnya Zodiac Aerospace memasok sistem bahan bakar. Sementara sistem transmisi dibuat oleh perusahaan Zoerkler dari Austria. Lalu sistem avionik termasuk glass cockpit dan sistem navigasi yang mendukung GPS/GLONASS dikembangkan oleh Transas Rusia.

Ka-62 dapat dibesut hingga kecepatan maksimum 308 km/jam, ketinggian terbang pada 5.700 m, ketinggian mengapung maksimum 3.300 m, radius jangkauan 770 km, serta masih bisa dioperasikan dengan satu mesin pada ketinggian 2.900 m.

Istimewa

Ka-62 bisa beroperasi di berbagai iklim dan kondisi geografis pada suhu udara luar minus 50° hingga 45° С. Heli dilengkapi perangkat avionik standar VFR atau IFR yang bisa membuatnya terbang dalam berbagai kondisi cuaca apapun serta dilengkapi dengan perangkat anti-icing dan sistem pemadam kebakaran otomatis.

Sebagai helikopter serbaguna, Ka-62 ditawarkan untuk fungsi heli operasional lepas pantai, transportasi VIP, transportasi kargo, maupun evakuasi medis dan SAR. Kabinnya bisa menampung 12-15 orang penumpang dan diawaki 1 atau 2 orang pilot. Ruang kargo kabinnya juga lumayan luas berdimensi panjang 4,1 m, lebar 1,7 m, tinggi 1,3 m serta volume mencapai 9,5 m kubik dan bawaan internal mencapai 2.000 kg.

Penerus Mi-4

Heli yang dilego seharga 10 juta dolar AS ini mendapatkan pelanggan pertama dari Atlas Taxi Aereo asal Brasil yang memesanannya sejak tahun 2012 sebanyak tujuh unit (plus opsi tujuh unit). Rencananya heli akan digunakan untuk transportasi lepas pantai guna melayani perusahaan minyak nasional Brasil Petrobras. Masih di wilayah Amerika Latin, Vertical de Aviation dari Kolombia memesan sebanyak lima unit.

Istimewa

Bagi Rusia sendiri, Ka-62 adalah helikopter kelas medium ringan pertama yang dibuat pada abad 21. Di abad sebelumnya heli sekelas yang menjadi andalan Uni Soviet dan sekutunya adalah heli legendaris Mi-4 Hound yang tercatat sebagi salah satu heli tersukses dalam sejarah dan diproduksi hingga 4.000 unit.

Di dalam negeri memang tak tersedia heli di kelas ini (6-7 ton), Militer Rusia sendiri tertarik untuk mengadopsinya guna menggantikan heli gaek Mi-8 dan Mi-17. Namun, dengan keterbatasan anggaran niat yang sebelumnya ingin membeli 100 unit pun batal. Kementrian Pertahanan hanya memesan sebanyak 16 unit Ka-62 yang akan digunakan sebagai heli latih untuk AU Rusia.

RANGGA BASWARA SAWIYYA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *