Wed. Jun 19th, 2019

Airspace Review

Aviation & Military Updates

V-GOR, Monster Serigala Baja Andalan Satgas FPU Polri di Sudan

2 min read
Rangga Baswara

ANGKASAREVIEW.COM – Baru saja pasukan penjaga perdamain dari negeri jiran Malaysia yang tergabung dalam pasukan UNIFIL, mendapatkan ranpur pengangkut pasukan (APC) Guardian 4×4 buatan IAG. Digunakan menjadi taksi lapis baja untuk para personel Malbatt 850 di Libanon.

Jauh hari di tahun 2008, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mendatangkan ranpur/rantis V-GOR (baca: vigor) untuk mendukung mobiltas pasukan penjaga perdamaian asal Indonesia yang diambil dari Korps Brimob Polri, tergabung dalam UNAMID (United Nations-African Union Hybrid Mission in Darfur). Satuan ini dikenal sebagai Satgas FPU (Formed Police Unit) dan mulai bertugas di Darfur, Sudan pada Desember 2008.

Ranpur pengangkut pasukan ini dibeli dari perusahaan asal Yordania yang mendapatkan lisensi dari Hatehof (Haifa Technical Office), Israel. Di negara asalnya ranpur ini dikenal sebagai Wolf (Serigala), sedangkan untuk Yordania memakai nama Vigor (Werewolf) yakni mahluk mitos berwujud manusia serigala yang menjadi cerita rakyat Eropa yang menyebar dari Jerman, Austria, Swiss, dan Perancis.

Purwarupa Wolf 4×4 mulai dipertunjukkan tahun 2005. Kendaraan ini dirancang sebagai pengangkut pasukan yang memiliki proteksi tangguh dan mobilitas tinggi untuk digunakan dalam pertempuran kota. Wolf didapuk sebagai pengganti ranpur APC beroda rantai M113 milik militer Israel (IDF).

Rangga Baswara

Kementerian pertahanan Israel kala itu memesan 150 unit Wolf dari Hatehof yang mendapatkan sistem misi dan persenjataan dari Rafael Advanced Defense Systems. Begitu berdinas, IDF langsung menggunakannya dalam Operation Bringing Home the Goods pada 4 Maret 2006.

Hatehof membangun Wolf berdasar sasis truk komersial Ford F550 atau dikenal dengan istilah commercial off-the-shelf (COTS), sebagai upaya untuk menekan biaya pengembangan dan ongkos perawatan yang murah.

Tidak ada perubahan besar, kecuali penggantian bodi lapis baja serta penggantian ban (roda). Mesin dan sistem otomotif termasuk dashboard tetap dipertahankan.

Ditenagai mesin turbo diesel berkapasitas 6.700 cc berdaya 325 hp yang dikawinkan dengan transmisi otomatis, Wolf mampu dipacu hingga kecepatan maksimum 130 km/jam pada jalan datar serta jangkauan operasi sejauh 500 km.

Dengan dimensi panjang 5,9 m, lebar 2,3 m, dan tinggi 2,5 m Wolf bisa menampung 12 pasukan termasuk pengemudi dan komandan. Bobot kendaraaan ini mencapai 8,6 ton.

Selain ditawarkan sebagai kendaraan angkut pasukan (APC), Wolf juga tersedia dalam varian ambulans lapangan dengan dua tandu, kendaraan dukungan logistik, serta kendaraan komando. Untuk pertahanan diri dapat dipasangi senapan mesin kaliber 12,7 mm di atapnya yang dioperasikan secara manual atau menggunakan remote (RCWS).

Rangga Baswara
Rangga Baswara

Sebagai ranpur angkut pasukan, sistem proteksi Wolf cukup tangguh. Kulit bajanya mampu menahan hantaman peluru dari senapan serbu kaliber 5,56 dan 7,62 mm. Lambungnya didesain mampu menahan efek ledakan ranjau dan perangkat peledak improvisasi (IED).

Sebelum bangkrut, pabrik Hatehof yang berlokasi di Ziporit Industrial Park wilayah, Nazareth, Israel telah menggelindingkan 150 unit ranpur Wolf. Selain digunakan oleh militer Israel, juga digunakan di enam negara lain yakni Brasil, Georgia, Etiopia, Masedonia, Rumania, dan Indonesia dengan versi V-GOR.

Hatehof didirikan tahun 1947 dengan usaha pertama membuat lapisan baja untuk gerbong kereta. Perusahaan kemudian berkembang menjadi pembuat truk tangki tahun 1954. Tahun 2011 Hatehof mengalami kesulitan keuangan dan pada 2016 berubah kepemilikan dengan menggunakan nama baru sebagai Carmor Integrated Vehicle Solutions.

RANGGA BASWARA SAWIYYA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *