Wed. Jul 17th, 2019

Airspace Review

Aviation & Military Updates

Pria Ini Beli Panavia Tornado untuk Diparkir di Halaman Rumah

2 min read
Robert Melen

ANGKASAREVIEW.COM – Bagaimana seseorang melewati masa “krisis paruh baya”? Mereka biasanya akan berusaha memenuhi impiannya, seperti membeli mobil sport, atau barangkali seperangkat peralatan golf terbaru.

Stephen White, seorang pria asal Swansea, Wales, tidak tertarik dengan itu semua. Ia malah membeli jet tempur Panavia Tornado.

Walau mesinnya telah dicopot dan persenjataannya hanya sebatas replika, namun untuk distributor botol air berusia 53 ini, Panavia Tornado berwarna abu-abu gunmetal adalah impiannya.

Pembelian Stephen ini telah mengejutkan penduduk setempat dan banyak fotografer amatir yang berkumpul di Bandara Swansea.

Tornado milik Stephen adalah Tornado versi GR1, varian paling awal dari pesawat itu. Pesawat itu pernah beroperasi di Cottesmore dan di Skadron 15 yang sekarang bermarkas di Lossiemouth. Penerbangan terakhirnya tercatat pada 31 Mei 2001.

“Orang-orang mengira GR1 saya ada hubungannya dengan perang di Suriah, atau apa yang terjadi antara Trump dan Korea Utara. Saya berjanji tidak. Rudal-rudal itu tidak berfungsi,” ujarnya.

Rudal udara-ke-udara sidewinder yang ditempatkan di bawah sayapnya adalah replika yang sangat realistis.

Robert Melen

Demikian juga di dekat hidung Tornado di mana pistol Mauser 27 mm terpasang, benar-benar terlihat seperti aslinya.

Sisa dari pesawat ini awalnya dipulihkan oleh Jet Art Aviation yang berbasis di Yorkshire. Stephen dan Patsy, istrinya, menemukan Tornado ini di situsweb Jet Art Aviation. Ia membelinya membelinya pada Juni 2016.

Di situsweb tersebut, semua orang bisa dapat dengan mudah membeli pesawat-pesawat tempur bekas pakai. Satu unit pembom British Electric tanpa mesin, dijual di Inggris di Goodwood seharga 70.000 paun.

“Membawa badan pesawat ini dari Yorkshire adalah sebuah tantangan tersendiri. Kami harus menggunakan transporter yang dibuat khusus untuk menahan airframe Tornado,” ujarnya.

Walau sudah tidak bisa terbang lagi, namun Stpehen tetap merasa sangat puas dengan pesawat ini. Ia mangaku rela menjadi pilot “sampah” dengan hanya duduk di kokpit tanpa pernah lepas landas. (IAN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *