Inikah Pesawat Siluman Masa Depan China?

China Defense Blog

ANGKASAREVIEW.COM – Majalah penerbangan di China merilis sebuah citra 3 dimensi yang disebut sebagai pembom strategis kelas berat masa depan. Pesawat ini diklaim akan menjadi salah satu pesawat siluman andalan Angkatan Udara Tiongkok berikutnya.

Pesawat pembom siluman itu masih diberi kode JH-XX. Dalam data teknisnya, ia dilengkapi dengan dua mesin yang sangat berbeda dari desain pesawat siluman AS. Pentagon yakin pesawat itu akan mampu membawa senjata nuklir.

Gambar JH-XX muncul pertama kali di sampul majalah Aviation Knowledge edisi Mei 2018.

Baca juga:
Z-11WB Kuang, Heli Intai Kawal Bersenjata Terbaru China
Jadi Pengguna Pertama di Luar Rusia, China Terima Kiriman Pertama S-400 Triumf

Menurut Modern Chinese Warplanes, awalnya ada dua desain yang bersaing untuk menjadi pembom strategis Tiongkok berikutnya.

Desain pertama dikenal dengan sebutan H-20. Ini adalah pesawat subsonik yang tak terdeteksi radar, mirip dengan pesawat pengebom Amerika B-2 dan B-21.

Desain kedua adalah JH-XX. Ia lahir untuk terbang secara supersonik dan memiliki bentuk lebih konvensional. Sebenarnya JH-XX lebih tidak tersembunyi ketimbang H-20. Namun ia mampu berlari lebih cepat sehingga sulit dideteksi pertahanan musuh.

Untuk pembaca Angkasa Review ketahui, dalam gambar tersebut bisa dilihat jika sayap JH-XX amat “bersih” tanpa tangki bahan bakar atau senjata lantaran seluruhnya disimpan secara internal untuk mempertahankan profil pesawat siluman.

Intake udara bergerigi untuk mengurangi jejak radar dan ditempatkan di atas pesawat agar tidak terlihat oleh radar musuh. Ini menunjukkan JH-XX dirancang sebagai penetrator ketinggian tinggi.

Kedua nozel mesin terkubur di dalam ekor pesawat. Hal ini menurunkan kemungkinan pembom dideteksi oleh sensor pencarian dan pelacak inframerah serta rudal berpemandu inframerah.

Belum ada konfirmasi secara resmi dari pemerintah China soal desain pesawat ini. Namun, pilihan AU China akan JH-XX ketimbang H-20 menjadi pertanyaan besar bagi banyak pengamat militer.

(IAN)

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!