Fri. May 24th, 2019

Airspace Review

Aviation & Military Update

Turki Ekspor Perdana Pesawat Nirawak Kombatan ke Qatar

2 min read
Baykar Makina

ANGKASAREVIEW.COM – Produsen pesawat nirawak Turki, Baykar Makina, mengekspor enam unit Bayraktar TB2 UCAV (unmanned combat aerial vehicle) kepada Qatar. Ekspor pesawat nirawak kombatan ini merupakan langkah perdana bagi Baykar Makina.

Kesepakatan jual beli UCAV antara Turki dan Qatar, terlaksana pada penyelenggaraan Ekspo Pertahanan Maritim Internasional Doha (DIMDEX) 2018 di Doha, Qatar, pekan lalu. Penandatanganan dihadiri oleh Panglima Angkatan Bersenjata Qatar, Perwakilan Kantor Kementerian Industri Pertahanan Turki, dan CEO Baykar Makina Haluk Bayraktar.

Selain mengirimkan 6 Bayraktar TB2, pihak produsen juga akan mengirimkan tiga stasiun kontrol darat dan sebuah simulator untuk pelatihan UCAV tersebut. Pengiriman dijadwalkan selesai dalam tempo setahun.

Selain itu, Baykar Makina juga akan membangun sistem pusat operasi UAV, sistem pengecekan data, dan sistem pengarsipan data jaringan TB2 bagi Angkatan Bersenjata Qatar.

Sebelum diekspor ke Qatar, TB2 terlebih dahulu telah digunakan oleh Direktorat Keamanan Turki sejak 2015. Baru berumur setahun, TB2 sudah berhasil meraih cap combat proven saat berhasil menewaskan enam militan pemberontak Kurdi (PKK) pada 8 September 2016.

Baykar Makina

TB2 dirancang sebagai UAV untuk fungsi pengamatan dan pengintaian. Kelebihan wahana udara tanpa awak ini mampu membawa persenjataan rudal antitank jarak jauh UMTAS (Uzun Menzilli Tanksavar Sistemi) buatan Roketsan. Sistem persenjataan TB2 juga dilengkapi dengan radar dan laser target. TB2 mampu dioperasikan pada siang maupun malam hari.

TB2 memiliki dimensi panjang 6,5 meter, bentang sayap 12 meter, dan MTOW 650 kg. UCAV ini mampu beroperasi selama 24 jam dengan kecepatan jelajah 129 km/jam serta kecepatan maksimal 222 km/jam.

Negara Timur Tengah menjadi salah satu pasar alutsista yang besar bagi Turki. Tidak mengherankan apabila dalam penyelenggaraan DIMDEX 2018, sebanyak 30 perusahaan pertahanan dari Negeri Kebab hadir berjualan sistem senjata di ajang tersebut. RONI SONTANI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *