Thu. May 16th, 2019

Airspace Review

Aviation & Military Update

Mengenal CB90H, Kapal Tempur Bangsa ‘Viking’ yang Mendunia

4 min read
kapalFoto: Dok. Istimewa

Dockstavarvet ‘CB90H’.

ANGKASAREVIEW.COM – Segenap awak Redaksi Angkasa Review turut bersedih dengan musibah yang dialami kapal motor cepat (KMC) Komando beromer lambung AD-16-05 milik Kodam Jaya yang tenggelam di perairan pulau Pari, Kepulauan Seribu, Jakarta pada Senin (12/3/2018) siang sekitar pukul 11.00 WIB.

Kali ini redaksi tak membahas profil KCM Komando tersebut, melainkan sosok kapal yang menjadi insipirasi pengembangan desainnya yang tampilannya sangat menyerupai kapal tempur CB90H buatan negeri asal suku bangsa Viking berasal, Skandinavia.

CB90 (Combat Boat 90) sendiri lahir di negara Swedia yang memiliki nama asli Stridsbat 90H (H=Halv atau half dalam bahasa Inggris). Secara harfiah berarti Perahu Tempur 90 Setengah, angka ‘90’ mengacu pada tahun pembuatan dan ‘Setengah’ berdasar fakta bahwa perahu ini dapat membawa dan menyebarkan setengah peleton infanteri amfibi (18 orang) bersenjata lengkap.

Sejarahnya dimulai pada tahun 1988 saat perusahaan pembuat kapal Dockstavarvet memenangkan sebuah kompetisi untuk merancang dan memproduksi kapal tempur cepat serba guna pengganti kelas Tpbs 200 milik AL Swedia yang menua. Dua prototipe dibangun dan dikirim pada tahun 1989 untuk uji coba lapangan. Dengan hasil kinerja yang memuaskan, AL Swedia selanjutnya memesan 120 unit pada bulan Juni 1990.

Pada tahun 2002, AL Swedia kembali memesan 27 kapal tambahan dengan jenis yang sedikit berbeda, yang diberi nama Stridsbat 90HS. Tambahan huruf ‘S’ berasal dari kata Skydd (Swedia= dilindungi), karena sekujur tubuhnya mendapatkan baju zirah tambahan dan dilengkapi perlindungan dari efek perang nubika (nuklir-biologi-kimia). Saat ini AL Swedia kembali memesan sebanyak 18 unit lagi.

This slideshow requires JavaScript.

Kapal ini memiliki dimensi dengan panjang 15.9 meter, lebar 3,65 m, beam 3.8 m, draught 0,8 m dan berat 16,86 ton. Pengoperasiannya, kapal ini diawaki oleh tiga orang yang terdiri dari Kapten kapal, juru mudi dan seorang juru mesin. Sementara di perutnya bisa menampung 18 pasukan bersenjata lengkap atau barang bawaan hingga 4,5 ton. Tersedia juga pintu rampa pada bagian depan kapal untuk mendaratkan pasukan secara cepat dalam sebuah operasi amphibi.

Kapal yang memiliki nama ekspor CB90H ini terkenal dengan kegesitan dan kelincahnya, karena dapat melakukan putaran yang sangat tajam pada kecepatan tinggi serta bisa melambat dari kecepatan tinggi (74 km/jam) hingga berhenti penuh hanya sejauh 2,5 kali panjang badannya atau kurang dari 40 meter.

Disokong oleh sepasang unit penggerak berupa waterjet FF buatan Kamewa yang masing-masing didukung mesin diesel buatan Scania seri DS114 V-8, dapur pacu ini mampu menghasilkan daya hingga 1.250 ps . CB90 bisa melaju dengan kecepatan jelajah 46 km/jam dan bila mengoperasikan waterjet-nya sanggup melejit hingga 74 km/jam khusus di perairan dangkal.

Persenjataan bela diri yang dibawa CB90H, yakni dua senapan mesin Browning M2HB kaliber 12.7mm yang dipasang di bagian depan kapal dan dioperasikan lewat monitor dari dalam ruang kemudi. Lalu senapan mesin M2HB ke-3 atau bisa diganti peluncur granat otomatis (AGL) kaliber 40 mm yang dipasang di atas geladak belakang ruang kemudi. CB90H juga dapat dilengkapi dengan rudal RBS 18 Hellfire SSM (Surface-to-Surface Missile), 4 buah ranjau laut dan 6 depth charges.

CB90H juga pernah diuji dengan pemasangan sistem mortir canggih laras kembar AMOS (Advanced Mortar System) buatan Patria-Hagglunds. Kubah sistem mortir ini dipasang tepat di belakang ruang kemudi dan sanggup melepaskan 26 putaran permenit dari mortir kaliber 120 mm dengan jarak jangkau hingga 10 km. Penembakkan pun bisa dilakukan sambil kapal melaju.

Baca Juga:

Ini Kronologis Tenggelamnya KMC AD-16-05 Kodam Jaya di Laut Kepulauan Seribu

KN SAR Laksmana (241), Kapal Produk Dalam Negeri Kekuatan Baru Basarnas

Di luar Swedia, negara lain yang memiliki keluarga CB90H adalah Angkatan Laut Meksico sebanyak 48 unit tipe CB90HMN yang datang dari tahun 1999-2002, Angkatan Laut Norewegia mengadopsi 20 unit CB90N (Norsk utgave = versi Norwegia) tahun 1996, negeri jiran Malaysia membeli 17 unit (5 tipe CB90H dan 12 tipe CB90HEX), disusul Yunani yang membeli 3 unit CB90HCG (Hellenic Coast Guard) untuk armada penjaga pantainya tahun 1998.

Nama CB90H makin kesohor saat Angkatan Laut AS melalui Komando Tempur Ekspedisi (Navy Expeditionary Combat Command) tertarik untuk menguji sebuah CB90H pada bulan Juli 2007. Kapal yang dinamai sebagai Riverine Command Boat ini dibuat secara lisensi oleh Safeboat International Port Orchard, Washington dengan nilai kontrak saat itu mencapai 2,8 juta dolar AS atau sekitar 40 milyar Rupiah. Selanjutnya AL AS membelinya sebanyak 6 unit.

Dua negara lain yang pernah menyewa adalah Jerman yang digunakan oleh Polisi Air Jerman yang digunakan untuk menjaga keamanan pertemuan puncak G8 ke-33 di Heiligendamm. CB90H sempat digunakan mengejar tiga perahu karet (RIB) milik Greenpeace yang mencoba memasuki area terlarang dekat hotel tempat pertemuan tersebut diadakan. Tahun 2010 AL Inggris juga pernah menyewa 4 unit CB90H dari AL Swedia untuk evaluasi, namun urung membelinya.

This slideshow requires JavaScript.

Sosok dan kemampuan CB90H tak hanya memikat negara lain untuk turut mengakuisisinya, namun juga meniru desain dan spesifikasinya seperti yang terlihat pada kapal cepat bernama Raptor buatan JSC Pella Shipyard dari Rusia yang diluncurkan tahun 2013 dan KMC Komando garapan PT. Tesco Indomaritim tahun 2014.

Tak hanya menjadi incaran satuan militer, bahkan kalangan sipil pun tertarik untuk memiliki kapal cepat ini. Dikabarkan warga Abu Dhabi (UEA) yang tak mau disebutkan namanya membeli sebanyak 2 unit CB90H pada bulan Juni 2009 yang diubah sebagai kapal pesiar. Bisa dipastikan sistem senjatanya telah dilucuti terlebih dahulu. (Rangga Baswara)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *