Fri. May 24th, 2019

Airspace Review

Aviation & Military Update

Kurangi Produksi A380, Airbus Pangkas 3.700 Karyawan

2 min read
Airbus

ANGKASAREVIEW.COM – Lantaran penjualan pesawat super jumbo A380 dianggap tersendat, Airbus berencana akan mengurangi hingga 3.700 karyawannya yang tersebar di Spanyol, Inggris, Jerman, dan Perancis. Hal ini disampaikan oleh salah satu pejabat Serikat Pekerja Airbus, Rabu (7/3/2018).

Menurut pihak serikat pekerja, pemangkasan jumlah karyawan itu terjadi karena Airbus harus mengurangi jumlah produksi A380 menjadi hanya 6 unit per tahun dan pesawat angkut berat untuk militer A400M menjadi 8 unit per tahun.

Baca juga:
Hanya Butuh 20 Tahun, Airbus Berhasil Kirimkan 8.000 Unit A320
Airbus Serahkan Pesawat A350-1000 Pertama Kepada Qatar Airways

Pihak Airbus sendiri tidak memerinci apakah karyawan yang terkena pengurangan akan benar-benar keluar dari Airbus atau dipindah ke lini produksi atau bagian lain.

Force Ouvriere (FO), serikat pekerja terbesar di Airbus mengatakan, setelah bertemu dengan Eksekutif perusahaan, Airbus berencana untuk langsung menghapus 3.720 pekerjaan. Pekerja yang akan dikurangi pertama kali adalah mereka yang bekerja dengan status sementara dan pekerja dari subkontraktor.

Pekerja yang dikurangi itu terbagi dari 850 orang di Spanyol, 1.900 di Jerman, dan 470 di Perancis. Sedangkan Inggris akan kehilangan 450 pekerjaan di pabriknya di Filton, Bristol yang membangun sayap untuk A400M, Yvonnick Dreno, salah satu pengurus FO.

Airbus pada Januari lalu telah memperingatkan bahwa ada kemungkinan jika perusahaan harus menghentikan produksi A380 sama sekali, kecuali jika menerima pesanan baru.

Emirates Airlines, yang merupakan pelanggan terbesar untuk pesawat A380, telah memiliki 101 pesawat dan 41 masih dalam pesanan. Perusahaan ini berusaha membantu Airbus dengan kontrak senilai $16 miliar yang mencakup pembelian 36 pesawat lagi.

Pada 2007, Airbus memutuskan untuk memproduksi pesawat A380, dengan kapasitas 853 kursi. Ini merupakan strategi yang sebaliknya dari pesaingnya, Boeing yang memproduksi Dreamliner, pesawat yang lebih efisien, yang dapat digunakan baik untuk penerbangan jarak menengah maupun jarak jauh.

Namun pengoperasian pesawat A380 bermesin empat itu terbukti sulit, karena maskapai penerbangan harus mengoperasikan setiap penerbangan dengan kapasitas penuh agar mendapat keuntungan.

Program pembuatan Pesawat A400M juga bermasalah, termasuk penundaan penyerahan pesanan dan masalah teknis.

Meskipun begitu, Airbus mengatakan bulan lalu angka penyerahan pesawat baru mencatat rekor, selain itu divestasi telah memberinya lebih banyak dana tunai, serta nilai tukar mata uang meningkatkan keuntungan tahun lalu, meskipun Airbus menderita rugi senilai $ 1,6 miliar akibat permasalahan A400M. (IN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *