Gelar Seminar Nasional, Himpunan Taruna Jurusan Kespen STPI Bahas Pengambilan FIR A B C

jalur selatanFery Setiawan

ANGKASAREVIEW.COM – Hari ini (Kamis, 1/3/2018) Himpunan Taruna Jurusan Keselamatan Penerbangan (Kespen) Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug menggelar Seminar Nasional tentang Pengelolaan Navigasi Penerbangan Indonesia yang mengangkat tema tentang Tinjauan efektifitas rute penerbangan jalur selatan serta pengambilan ruang udara sektor A, B dan C serta dampaknya terhadap perekonomian, pertahanan dan kedaulatan nasional.

Dalam pidato sambutan pembukanya, Ketua STPI Curug Capt. Novyanto Widadi, S.AP, MM mengatakan terselenggaranya seminar nasional ini tidak terlepas dari kerja sama berbagai pihak di lingkungan Kementerian Perhubungan dan lembaga-lembaga di dunia penerbangan.

jalur selatanSuharso Rahman

“Oleh karena itu, saya selaku Ketua STPI Curug memberikan apresiasi kepada Himpunan Taruna Jurusan Kespen dalam menyelenggarakan seminar hari ini,” imbuhnya.

Ia juga berharap dengan diselenggrakannya seminar ini semoga dapat semakin memperkuat kerja sama antara semua pihak di dunia penerbangan. Hasil dasi seminar ini diharapkan juga dapat mendukung dan berkontribusi terhadap program pengembalian pengelolaan ruang udara di langit Kepulauan Riau dan Natuna yang tengah digalakkan oleh Presiden RI Joko Widodo.

Baca Juga: 

Perkuat Sinergitas, Kohanudnas dan AirNav Indonesia Perpanjang Kerja Sama

Negara-negara Besar Pelanggar Wilayah Udara Nasional Indonesia

Pada kesempatan yang sama Kepala Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Udara Sri Lestari Rahayu, SH, LLM menyebutkan bahwa seminar ini mengangkat isu aktual saat ini tentang pengelolaan ruang udara di Indonesia. Pambahasannya antara lain mengupas dalam tentang implementasi jalur penerbangan baru di selatan Pulau Jawa dan rencana pengambilan ruang udara blok A, B dan C di udara wilayah Batam hingga Natuna yang selama ini dikelola oleh Singapura dan Malaysia.

“Menindaklanjuti instruksi presiden pada September 2016 agar dilakukan percepatan pengambilan pengelolaan ruang udara tersebut sesuai prosedural yang berlaku. Karena hingga saat ini ruang udara di atas Kepulauan Riau dan Natuna (Flight Information Region/ FIR A, B dan C) masih dikelola Singapura dan Malaysia,” paparnya.

jalur selatanSuharso Rahman

Ia pun berharap dengan adanya seminar ini semakin memperkuat kerja sama antara semua pihak-pihak di dunia penerbangan serta dapat mendukung dan berkontribusi positif terhadap program-program yang dicanangkan pemerintah.

“Harapan saya agar dalam pelaksanaan seminar ini masing-masing pihak dapat memberikan masukan dan solusi positif untuk selanjutnya dapat dijadikan referansi dalam pengambilan kebijakan oleh pemerintah,” tandasnya.

Seminar nasional ini digelar dalam dua sesi diskusi yang tiap sesinya terdiri dari dua penyaji materi. Pada sesi pertama, Direktur Operasi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Capt. Triyanto Moeharsono membahas tentang efektivitas rute selatan Jawa, sedangkan Kasubdit Operasi Navigasi Penerbangan Kementerian Perhubungan Moh. Hasan Bashory memaparkan tentang pemanfaatan ruang udara di selatan Pulau Jawa.

Pada sesi kedua, Manajer Pengendalian Pelayanan Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Indonesia (LPPNPI/Airnav Indonesia) Moeji Soebagyo menjabarkan tentang penyelenggaraan ATS pada ruang udara di atas Natuna dan Kepulauan Riau, dan terakhir Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional TNI Angkatan Udara Marsda TNI Imran Baidirus, SE mengupas tentang dampak pengambilan ruang udara sektor A, B, C terhadap pertahanan dan kedaulatan nasional. (ERY)

Bagikan ini :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!