Sat. May 25th, 2019

Airspace Review

Aviation & Military Update

Cari Cap Battle Proven di Suriah, AD Rusia Kerahkan MRAP Typhoon-K

2 min read
Vitaly Kuzmin

ANGKASAREVIEW.COM – Konfik bersenjata di Suriah benar-benar menjadi ladang uji senjata baru untuk negara yang telibat perang di sana. Mulai dari Rusia, Amerika Serikat, Israel, Iran, dan Turki.

Rusia sebagai negara sekutu pembela Suriah, benar-benar memanfaatkan momen ini untuk mencari cap battle proven alutsistanya. Baik yang benar-benar baru maupun versi lama yang di-upgrade. Salah satu yang terlihat diuji di medan perang ini adalah keluarga MRAP Typhoon-K milik Angkatan Dara Rusia.

Keluarga rantis/ranpur MRAP (mine-resistant ambush protected) Typhoon-K pertama yang terlihat turun di konflik Negeri Syam adalah Kamaz-63968 6×6, varian APC (angkut pasukan).

Dalam sebuah foto yang tersebar di dunia maya pada Mei 2017, terlihat kendaraan taktis yang dioperasikan oleh Polisi Militer Rusia di Suriah ini sedang mendistribusikan makanan untuk penduduk sipil Aleppo .

Istimewa

Kamaz-63968 mulai dikembangkan oleh pabrik Kamaz pada tahun 2010 dan mulai berdinas di AD Rusia sejak 2014. AD Rusia mengakuisisi sebanyak 276 unit kendaraan ini.

Rusia boleh dibilang telat dalam pengembangan rantis MRAP dibanding negara lain, apalagi AS yang produknya telah malang-melintang digunakan dalam palagan di Iraq dan Afghanistan.

Typhoon-K 6×6 memiliki desain modular yang mudah dikembangkan menjadi berbagai varian dengan sistem proteksi NBC (nuklir, biologi, kimia). Selain versi APC juga muncul varian untuk pengintaian dan pengawasan, komando, serta evakuasi medis. Varian APC diawaki dua orang plus 16 prajurit bersenjata di kabin bagian belakang. Dimensi kendaraan ini memiliki panjang 8.9 m, lebar 2,4 m, dan tinggi 3,3 m.

Rantis dengan berat tempur 21 ton ini ditenagai mesin diesel YaMZ-5367 berdaya 450 hp. Bisa dibesut maksimum hingga 105 km/jam dengan jangkauan hingga 1.200 km. Badak baja ini juga mampu menahan ledakan ranjau setara 8 kg TNT di bagian bawah perutnya. Sementara baju zirahnya bisa menahan terjangan pelor hingga kaliber 14,5 × 114mm dari jarak 200 meter. Untuk rodanya, mengadopsi ban antipeluru 16.00R20 berselotip ledakan dengan pemompaan otomatis.

Vitaly Kuzmin
Istimewa

Selain versi 6×6, pada Februari 2018 ini AD Rusia juga menerjunkan varian Typhoon-K 4×4 yang dikenal sebagai Kamaz-53949 (setara dengan Oshkosh L-ATV pemenang program JLTV dari AS).

Dalam pembangunan varian 4×4 ini Kamaz menggandeng perusahaan Remdizel. Versi APC-nya diawaki dua orang plus delapan pasukan bersenjata. Bobot tempur APC ini mencapai 15 ton yang didukung mesin diesel berdaya 350 hp. Kemampuannya menghadapi ranjau dan tumbukan peluru tak berbeda dengan varian Typhoon 6×6. RANGGA BASWARA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *