Bikin Kejutan Lagi, Iran Luncurkan UCAV Terbaru Mohajer-6

Tasnim

ANGKASAREVIEW.COM – Tak banyak negara yang mampu memroduksi UAV sendiri, apalagi varian bersenjata (UCAV). Di kawasan Timur Tengah, selain Israel negara yang getol mengembangkan pesawat intai tak berawak adalah Iran.

Pekan ini, di sebuah acara resmi dalam rangka memperingati ulang tahun ke-40 Kemenangan Revolusi Islam, Kementerian Pertahanan Iran memperkenalkan UCAV Mohajer-6 hasil garapan Ghods Aviation Industries (GAI).

Sebanyak 10 unit bacth pertama Mohajer-6 diserahkan pada Korps Garda Revolusi Iran-Kekuatan Darat (IRGC-Ground Force) beserta 100 buah bom pintar IR/TV-guided yang dinamai Qaem (Ghaem).

Mohajer-6 dikembangkan berdasarkan pelajaran berharga yang dipetik dari penggunaan UCAV pendahulunya Mohajer-4. UCAV ini kerap digunakan selama perang melawan tentara ISIL di Suriah. Sementara di Lebanon Mohajer-4 pernah digunakan oleh Hizbullah untuk menerobos wilayah Nahariya, Israel selama lima menit pada 7 November 2004.

Tasnim

Nasib malang pernah dialami oleh Mohajer-4 manakala ditembak jatuh oleh militer Turki pada 16 Mei 2015. Saat itu Mohajer-4 menerobos wilayah udara Turki dalam perburuan tentara ISIL.

Seperti halnya alutsista buatan Iran lainnya, spesifikasi Mohajer-6 pun masih samar. UCAV ini ditenagai sebuah mesin berkonfigurasi pusher dengan sayap utama model hing wing yang bisa digantungi satu bom pintar Qaem di masing-masing sayap.

Di kelasnya, Mohajer-6 bersaing dengan UCAV CH-3 Rainbow buatan CASC-China yang cukup laku di pasaran. Rainbow telah digunakan oleh Pakistan, Myanmar, dan Nigeria.

Sementara Mohajer-6, baru akan digunakan oleh Korps Garda Revolusi, termasuk IRGC-Navy yang juga memesan sebanyak 30 unit. RANGGA BASWARA

Bagikan ini :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!