Tinggal Hitungan Jam, Hadi Tjahjanto Direstui Jadi Panglima TNI

Dispenau

KSAU Marsekal TNI Hadi Tjahjanto yang diajukan oleh Presiden Joko Widodo sebagai calon tunggal Panglima TNI untuk menggantikan Jenderal TNI Gatot Nurmantyo datang penuh percaya diri ke Gedung DPR RI untuk menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test), Rabu (6/12/2017).

Kedatangan calon Panglima TNI ke Gedung DPR, baru kali ini terjadi didampingi oleh Panglima TNI dan dua Kepala Staf Angkatan yang lain. Secara eksplisit, ada pesan yang ingin disampaikan kepada publik bahwa KSAU yang dicalonkan Presiden menjadi Panglima TNI, mendapat dukungan dari Panglima TNI yang akan digantikan dan juga oleh KSAD serta KSAL.

Tidak mudah bagi TNI AU untuk meloloskan perwira tingginya menjadi Panglima TNI. Sejak era Reformasi TNI bergulir, baru Marsekal TNI Djoko Suyanto saja dari korps baju biru yang dipercaya menduduki kursi Mabes TNI Satu.

Dilihat dari tahun kelulusan angkatan, Marsekal Hadi Tjahjanto adalah yang paling muda di antara para Kepala Staf Angkatan yang lain. KSAL Laksamana TNI Ade Supandi dan KSAD Jenderal TNI Mulyono keduanya lulusan AKABRI Laut dan Darat tahun 1983. Sedangkan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo malah lebih senior lagi karena lulusan AKABRI Darat tahun 1982.

Fenomena yang terjadi di era pemerintahan saat ini, Presiden Jokowi tidak memandang senioritas dalam memilih pucuk pimpinan tertinggi di TNI. Kita lihat di Polri pun sama, Jenderal Pol Tito Karnavian yang lulusan Akpol tahun 1997 dipilih menjadi Kapolri menggantikan Jenderal Pol Badrodin Haiti yang lulusan Akpol tahun 1982.

Tidak perlu dipermasalahkan lebih jauh, karena toh Presiden memiliki hak preogratif untuk memilih calon Panglima TNI maupun Kapolri. Sehingga, kunci satu-satunya diterima atau ditolaknya calon yang diajukan, sepenuhnya ada di Dewan Perwakilan Rakyat.

Apakah Hadi Tjahjanto akan ditolak sebagai calon Panglima TNI? Jauh panggang dari api rasanya. Banyak indikator untuk berani mengatakan bahwa KSAU Marsekal TNI Hadi Tjahjanto tinggal menunggu hitungan jam saja untuk disetujui DPR menjadi Panglima TNI.

Hadi Tjahjanto relatif tidak memiliki catatan memberatkan untuk ditolak menjadi Panglima TNI. Bahkan, kalau kita lihat dinamika yang berkembang belakangan ini, baik melalui media cetak maupun elektronik, calon Panglima TNI dari TNI AU justru mendapat dukungan yang positif.

Presiden Joko Widodo pastinya juga sudah mempersiapkan Hadi Tjahjanto untuk menjadi KSAU dan Panglima TNI selagi ia menjabat Presiden RI. Hal ini bisa kita lihat dari berbagai jenjang jabatan yang dipercayakan kepada Hadi Tjahjanto, yang tentu saja atas restu atau permintaan Presiden.

Presiden pastinya dan sangat logis butuh seseorang yang sangat ia percaya dan secara kemistri juga klop. Sebelumnya, Presiden SBY memilih Marsekal Djoko Suyanto menjadi Panglima TNI pun juga dilandasi pertimbangan yang kurang lebih sama. Faktor kepercayaan dan kedekatan yang telah terbangun, menjadi modal sangat berharga dalam hal ini.

Berkaca pada pengalaman-pengalaman sebelumnya, proses fit and proper test calon Panglima TNI biasanya berlangsung satu hari saja. Bisa sampai malam apabila para anggota Komisi I DPR yang melakukan uji demikian bersemangat sehingga satu anggota dewan saja bisa mengajukan pertanyaan dengan durasi tutur 30 menit atau lebih.

Pertanyaan-pertanyaan itu kemudian dicatat dan ditampung terlebih dahulu oleh calon Panglima TNI untuk kemudian dijawab pada sesi kedua.

Calon Panglima TNI selanjutnya menjawab pertanyaan-pertanyaan yang telah dicatat. Pun demikian, anggota dewan kadang juga menginterupsi atau menambah pertanyaan sambungan sehingga waktu proses uji makin lama.

Di luar sana, Presiden Jokowi tentunya menunggu hasil dari fit and proper test calon Panglima TNI yang diajukan. Apakah diterima atau ditolak.

Menimbang dinamika yang berkembang, rasa-rasanya proses uji kelayakan dan kepatutan Marsekal Hadi Tjahjanto untuk menjadi Panglima TNI akan berjalan mulus. Kalau benar demikian, ya kita tinggal tunggu dalam hitungan jam saja, KSAU ke-21 ini akan direstui DPR menjadi Panglima TNI Baru. RONI SONTANI | ANGKASA REVIEW

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *