UMS Skeldar Tingkatkan Teknologi UAS Taktis R-350

Aero TV

ANGKASAREVIEW.COM – UMS Skeldar, perusahaan patungan UMS AERO dan SAAB baru-baru ini telah melakukan program demonstrasi penerbangan R-350 dengan konfigurasi terbarunya. Uji coba UAS (unmanned aircraft system) taktis sayap putar tersebut dilakukan UMS Skeldar bersama Kantor Federal BAAINBw (Bundeswehr Equipment, Information technology, and In-Service Support) selama satu minggu.

Demonstrasi tersebut memperlihatkan R-350 yang disematkan sebuah platform UMAT (unmanned mission avionics test) dan dilengkapi dengan dua muatan khusus yang dibuat ESG, mitra UMS Skeldar. Sistem tersebut terdiri dari LIDAR (light detection and ranging) dan kamera EO/IR (unit and a gyro-stabilised electro-optical/infrared).

Saat dilakukan uji kemampuannya tersebut, UAS R-350 terbang dengan berat beban seberat 27 kg dan bobot terbang maksimal (maximum take-off weight/MTOW) 150 kg.

Uji terbang R-350 dengan wajah barunya tersebut dilakukan di fasilitas milik Bundeswehr Technical Center for Aircraft and Aeronautical Equipment yang terdapat di wilayah Manching. Demonstrasi tersebut dilakukan untuk mengevaluasi R-350 sensor dan algoritma. Tak hanya itu, pengujian ini juga untuk melakukan pengenalan lokasi pendaratan otomatis yang sejatinya terdapat pada helikopter berawak, BVLOS (beyond visual line of sight).

UMS Skeldar

R-350 merupakan UAS dengan platform taktis dan memiliki perubahan yang signifikan pada bagian pembangkit listriknya. Pemurut sang produsen, modifikasi yang dilakukan terhadap UAS bersistem VToL (vertical take-off and landing) tersebut memungkinkan untuk menyempurnakan unit propulsi agar bisa diganti dengan waktu kurang dari 45 menit, dan khusus untuk elemen jet turbin maksimal 15 menit.

Juru bicara perusahaan tersebut mengatakan kepada IHS Jane’s pada Kamis (23/11/217) lalu bahwa sistem propulsi tersebut merupakan desain yang dibuat sendiri oleh UMS Skeldar dan kini sistem telah diperbarui dari versi 8 ke versi 9.

Sang juru bicara menambahkan, algoritma perangkat lunak dan kontrol ECU (engine control unit) telah dirombak total bersama dengan sejumlah subsistem lainnya, termasuk pompa bahan bakar. Mesin R-350 bisa dijalankan dengan menggunakan bahan bakar jet A1 dan JP8, sehingga cocok untuk mengemban misi operasi maritim. FERY SETIAWAN

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *