Bulgaria: Antara Super Hornet, Gripen, Typhoon, atau F-16

US Navy

ANGKASAREVIEW.COM – Bulgaria masih belum menentukan penempur mana yang akan dipilih untuk memperkuat armada MiG-29 Angkatan Udara negeri itu. Sekilas, Bulgaria tampaknya tartarik untuk membeli jet tempur Boeing F/A-18E/F Super Hornet setelah sebelumnya meninjau tiga kompetitor lain dari pemasok jet tempur canggih kesohor lainnya yakni Saab, Eurofighter, dan Lockheed Martin.

Menteri Pertahanan Bulgaria Krasimir Karakachanov mengatakan dalam wawancara dengan sebuah radio di negara itu Senin (13/11/2017), ia akan mengirim proposal permintaan (requests for proposals/RfP) kepada para produsen pertahanan tersebut November ini.

Bulgaria berencana untuk menambah armada pesawat tempur baru. Selain F/A-18E/F, AU Bulgaria mempertimbangkan F-16, Gripen, dan Typhoon sebagai bagian dari program peremajaan armada. Salah satu dari kandidat calon penempur Bulgaria itu diharapkan akan tampil pada Juli 2018, seperti dikutip Defense News.

Pesawat tempur terbaru AU Bulgaria nantinya akan bergabung dengan tujuh penempur yang telah berdinas di sana, yakni Mikoyan-Gurevich MiG-29.

Wakil Menteri Pertahanan Bulgaria Atanas Zapryanov pada 24 Oktober lalu sempat melayangkan pernyataan dalam sebuah siaran pers. Ia mengatakan, lantaran kekurangan pesawat yang berujung pada kurangnya perolehan jam terbang, beberapa pilot di Pangkalan Udara Graf Ignatievo merasa kurang percaya diri.

MiG-29 Bulgaria telah berpartisipasi aktif dalam mendukung sistem pertahanan udara dan sistem pertahanan rudal NATO pada 2004, sejak negara Balkan itu bergabung dengan NATO.

Presiden Bulgaria yang baru terpilih awal Januari lalu, Rumen Radev, merupakan seorang penempur MiG-29. Ia pernah menjadi komandan tingkat tinggi di tubuh Angkatan Udara Bulgaria. FERY SETIAWAN

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!