Terus Berbenah, Bandara Halim Ingin Berikan Layanan Terbaik

bandaraRon | Angkasa Review

ANGKASAREVIEW.COM – Bandara Halim Perdanakusuma di kawasan Jakarta Timur makin dirasakan manfaat keberadaannya oleh para pengguna jasa angkutan udara karena bandara ini relatif lebih mudah dijangkau.

Dari persimpangan Jalan Akses Tol Cikampek dan Jalan Halim Perdanakusuma di sekitaran Cawang misalnya, Bandara Halim dapat dicapai dengan jarak kurang lebih satu kilometer saja. Sampai di bandara, penumpang tinggal turun di bibir selasar bandara dan langsung masuk ke area check-in.

Menggeliatnya aktivitas penerbangan sipil reguler di Bandara Halim Perdanakusuma dapat terlihat dari terus meningkatnya jumlah penumpang yang datang dan pergi melalui bandara ini. Bandara Halim saat ini melayani penerbangan ke 18 kota tujuan domestik yang difasilitasi oleh empat maskapai reguler dalam 76 slot penerbangan per hari tanpa mengganggu slot penerbangan militer. Maskapai dimaksud adalah Citilink, Batik Air, SusiAir, dan Wings Air.

Ron | Angkasa Review

Kondisi Bandara Halim saat ini dibandingkan dengan lima tahun lalu, amatlah jauh berbeda. Bandara yang dahulunya sepi, mati suri, dan merugi, sejak 2013 telah berubah menjadi bandara yang hidup dan memberikan ruang bagi tumbuhnya pergerakan ekonomi. Setiap hari bandara ini melayani sedikitnya 20.000 penumpang dan ini tentu saja menggairahkan sektor niaga. Kios-kios makanan dan restoran, contohnya, selalu penuh oleh pengunjung. Angkasa Review menyaksikan langsung perubahan ini manakala datang ke Bandara Halim, Kamis (16/11/2017) sore.

Tantangan bagi pihak pengelola bandara, dalam hal ini Bandara Halim yang berada di bawah naungan PT Angkasa Pura II (Persero), adalah bagaimana memberikan pelayanan maksimal terhadap para pengguna jasa bandara ini utamanya pelayanan terhadap para penumpang. Tentang hal ini, GM Angkasa Pura II Bandara Halim Kolonel Pnb A. Rasyid Jauhari menerangkan.

“Kami terus berbenah di sektor pelayanan, menyangkut kebandaraan, airline, ruang tunggu penumpang, ruang parkir, dan sebagainya untuk memberikan layanan terbaik,” ujarnya saat dikonfirmasi Angkasa Review.

Ron | Angkasa Review

Diakui Rasyid, untuk mencapai hal itu memang tidak mudah, dibutuhkan suatu proses, pembiayaan, dan juga waktu tentunya. Saat ini langkah ke arah sana sedang dilakukan.

Disinggung masalah lahan parkir kendaraan yang dirasa masih kurang luas, Rasyid berpikiran kalau lahan parkir untuk kendaraan ini bisa ditambah dengan cara pembangunan lahan parkir bertingkat. “Itu termasuk yang kami kaji untuk kami usulkan,” katanya. Ia menambahkan bahwa lahan parkir yang ada saat ini baru dapat menampung sekira 600 mobil dan 300 sepeda motor saja. “Masih kurang,” bebernya.

Sementara lahan parkir untuk pesawat sekelas B737 atau A320, apron Bandara Halim dapat menampung 16 pesawat jenis ini dimana enam di antaranya adalah untuk parkir inap.

Pengaturan alur keluar-masuk bandara, dilakukan oleh petugas khusus yang sekaligus melakukan patroli untuk mengingatkan secara persuasif mobil-mobil yang menurunkan penumpang dan diam terlalu lama sehingga menghambat alur mobil lain.

Pengamatan Angkasa Review langsung di lokasi, akses keluar mobil di pintu gerbang Bandara Halim tersendat karena proses pembayaran masih dilakukan secara manual. Hal ini akan menimbulkan kemacetan di saat jam-jam padat kedatangan penumpang pada sore hari. RONI SONTANI

Bagikan ini :

One Response to Terus Berbenah, Bandara Halim Ingin Berikan Layanan Terbaik

  1. WARYANTO berkata:

    Mau nanya, apakah sekarang ada parkir inap utuk kendaraan motor?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!