Jelang Natal & Tahun Baru, Bandara Halim Tingkatkan Kapasitas Ruang Tunggu Penumpang

Ron | Angkasa Review

ANGKASAREVIEW.COM – Bandara Halim Perdanakusuma yang berada di kawasan Jakarta Timur terus berbenah mengantisipasi terjadinya lonjakan penumpang, khususnya menjelang peak season pada Natal dan Tahun Baru 2017. Kapasitas ruang tunggu penumpang pun diperluas dua kali lipat. Sebelum Natal, penambahan 700 meter persegi ruang tunggu penumpang dijadwalkan sudah selesai.

GM Angkasa Pura II Bandara Halim Perdanakusuma Kolonel Pnb A. Rasyid Jauhari mengatakan, saat ini Bandara Halim setiap harinya melayani 20.000-22.000 penumpang yang bergerak ke 18 kota tujuan di dalam negeri. Penumpang tersebut diangkut oleh maskapai Citilink, Batik Air, SusiAir, dan Wings Air dalam 76 slot penerbangan perhari. “Citilink 31 slot, Batik Air 43 slot, sisanya adalah SusiAir dan Wings Air,” ujar Rasyid Jauhari kepada Angkasa Review, Senin (13/11/2017).

Jauhari menambahkan, dengan akan adanya peningkatan lonjakan penumpang pada akhir tahun ini, pihak maskapai reguler yang beroperasi di Bandara Halim pun telah mengajukan penambahan slot penerbangan. “Prediksinya akan terjadi peningkatan jumlah penumpang sebanyak 30% pada akhir tahun ini,” ujar alumni Akademi Angkatan Udara (AAU) 1985 ini.

Ron | Angkasa Review

Diprediksi, jumlah penumpang di Bandara Halim hingga akhir tahun 2017 akan mencapai sedikitnya 6,2 juta penumpang. Hal ini mengingat pada semester pertama tahun ini saja telah tercatat sebanyak 3,09 juta penumpang menggunakan bandara yang mudah diakses dari jantung kota Jakarta dan sekitarnya ini.

Adanya kegiatan penerbangan sipil reguler di Bandara Halim, dipastikan Jauhari tidak mengganggu kegiatan penerbangan militer karena hal ini telah dikomunikasikan terlebih dahulu dengan pihak TNI AU. Slot penerbangan yang digunakan untuk penerbangan reguler pun di luar slot yang digunakan untuk kebutuhan penerbangan militer.

Lalu, apabila ada kegiatan penerbangan militer tambahan pun, seperti HUT TNI/TNI AU, maka kegiatan penerbangan sipil reguler dialihkan sementara ke Bandara Soekarno-Hatta.

“Hal itu sudah terlaksana dengan baik sejak Bandara Halim dibuka kembali untuk penerbangan sipil reguler melalui perubahan KM32/2003 menjadi KP369/2013. Usulan pembukaan kembali Bandara Halim dilaksanakan tahun 2012 untuk menunjang program pemerintah,” jelasnya. RONI SONTANI

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *