Berburu Foto Pesawat Sipil dan Militer di Bandung Air Show 2017

Rangga Baswara

ANGKASAREVIEW.COM – Bagi Anda pecinta fotografi khususnya foto pesawat, ajang Bandung Air Show (BAS) 2017 yang dilaksanakan di Lanud Husein Sastranegara pada Kamis hingga Minggu (9-12) November ini bisa dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk berburu foto.

Para spotters, sebutan untuk fotografer lepas, bisa memotret pesawat-pesawat TNI Angkatan Udara yang dihadirkan seperti C-130 Hercules, CN295, EMB-314 Super Tucano, heli SA-330 Puma maupun pesawat-pesawat lainnya yang kadang dihadirkan menyusul, seperti heli H120 Colibri dari Skadron Udara 7.

Fery Setiawan

Selain pesawat militer, tentu saja masih ada beberapa pesawat sipil yang dihadirkan. Seperti Cessna 172 Skyhawk dari Bandung Pilot Academy dan pesawat swayasa Jabiru dari SMKN 12 Bandung. Ada pula helikopter sipil seperti H135 milik Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug dan Robinson R44 dari Genesa Flight Academy.

Pesawat dapat difoto secara statik (diam di apron) maupun secara dinamik saat terbang. Memang pesawat yang ditampilkan dalam ajang kedirgantaraan ini ada yang hanya dipamerkan di darat dan ada yang diterbangkan. Misalnya Super Tucano, pesawat serang darat dari Skadron Udara 21 ini dibawa ke Bandung sebanyak empat unit. Satu untuk statik dan tiga untuk aksi terbang.

Rangga Baswara

Selain pesawat-pesawat yang telah disebutkan, spotters juga bisa memotret pesawat milik maskapai sipil. Hal ini dimungkinkan karena dari posisi apron tempat penyelenggaraan BAS 2017 pengunjung bisa melihat langsung lalu-lalang proses lepas landas maupun pendaratan pesawat maskapai sipil yang beroperasi di Bandara Husein Sastranegara. Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui ibaratnya. Kita bisa memotret pesawat yang ada di pameran, tapi juga bisa memotret pesawat yang naik-turun di Bandara Husein.

Objek foto lainnya di BAS 2017 adalah terjun payung maupun penerbangan pesawat aerobatik. Pada dua hari pertama penyelenggaraan BAS 2017, pengunjung masih bisa memotret pertunjukan aerobatik tunggal (solo aerobatic) oleh Ketua STPI Curug dengan pesawat Super Decathlon.

Rangga Baswara

Nah, sekadar tip untuk memotret. Datang lebih pagi akan lebih baik untuk mendapatkan foto pesawat secara utuh karena belum banyak pengunjung. Selain itu, tentu saja panas sang surya juga belum terlalu menyengat. Selebihnya, datang lebih siang pun tetap bisa memotret, misal memotret pesawat dengan suasana kerumunan pengunjung.

Salah satu kendala memotret, adalah apabila hujan turun. Selain acara dihentikan, kita juga akan lebih memilih mencari tempat berteduh atau pulang. Jadi, pilih waktu yang tepat apabila hendak berburu objek foto di BAS 2017. RONI SONTANI

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!