Jelang Kunjungan Trump, Bomber Siluman AS Tiba di Asia

USAF

ANGKASAREVIEW.COM – Pentagon telah mengerahkan pesawat pengebom siluman B-2 Spirit yang mampu membawa senjata nuklir ke wilayah yang tak teridentifikasi di Pasifik Barat. Hal ini dilakukan menjelang kunjungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke wilayah itu. Rencananya, Trump akan melakukan kunjungan pekan depan.

Namun begitu, rencana penerbangan pesawat pengebom siluman yang dilengkapi dengan senjata nuklir itu hingga kini belum dirilis oleh Komando Strategis AS (US Strategic Command/STRATCOM) maupun Gedung Putih. Beberapa pangkalan militer AS di kawasan Pasifik seperti yang ada di Jepang dan Korea Selatan menjadi daftar pendek pesawat tempur jarak jauh untuk berlabuh.

Seperti dikutip Japantimes, STRATCOM menyatakan bahwa misi mengelilingi dunia merupakan agenda rutin yang dilakukan untuk membiasakan kru pesawat dengan pangkalan udara dan operasi pada komando kombatan geografis yang berbeda. Hal tersebut memungkinkan untuk menjaga kesiapsiagaan dan kecakapan aircrew terhadap situasi dan kondisi.

Penyataan STRATCOM tersebut juga dimaksudkan guna menghilangkan kekhawatiran sekutu AS di wilayah itu, yakni Korea Selatan dan Jepang terkait kunjungan Trump tersebut. Masuknya B-2 ke wilayah itu memberikan kesan bahwa AS benar-benar memegang komitmen untuk memberikan rasa aman terhadap sekutunya di wilayah tersebut.

Selama akhir pekan lalu, Menteri Pertahanan AS James Mattis menuding Republik Rakyat Demokratik Korea (Korea Utara) terlibat dalam aktivitas ilegal. Ia mengatakan bahwa Washington dan sekutunya tidak akan pernah menerima Korea Utara sebagai negara yang memiliki kemampuan nuklir.

“Saya tidak dapat membayangkan sebuah kondisi di mana AS akan menerima Korea Utara sebagai entitas yang memiliki kemampuan nuklir,” ungkap Mattis seperti dikutip Sputnik, Senin (30/10/2017).

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa Korut telah mempercepat ancaman yang ditimbulkannya terhadap negara-negara tetangganya dan dunia melalui program senjata dan misil nuklir yang tidak sah dan tidak perlu.

Perkembangan terakhir, Pyongyang mengklaim telah berhasil meledakkan bom hidrogen pada September lalu. Akibat hal tersebut, menurut Mattis, Pyongyang telah membuat urgensi baru di kawasan Pasifik. FERY SETIAWAN

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *